Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Batu Bara Dilarang, Trans Power Marine (TPMA) Pilih Pindahkan Armada ke Domestik

Setelah adanya larangan sementara ekspor batu bara, permintaan armada muatan domestik kepada Trans Power Marine meningkat.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 06 Januari 2022  |  11:53 WIB
Kapal tug milik Trans Power Marine tengah menarik tongkang batu bara.  - transpowermarine.com
Kapal tug milik Trans Power Marine tengah menarik tongkang batu bara. - transpowermarine.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pengangkutan batu bara, PT Trans Power Marine Tbk. (TPMA) bersiasat menghadapi larangan ekspor batu bara oleh pemerintah sepanjang Januari 2022. Perseroan memilih mengalihkan armada transhipment ke pengangkutan domestik.

Direktur Trans Power Marine Rudy Sutiono menjelaskan strategi yang akan diambil mengantisipasi larangan tersebut yakni mengalihkan armada melayani muatan domestik.

"Larangan ekspor batu bara bersifat sementara dan armada-armada perseroan tidak hanya melayani muatan transhipment tetapi juga melayani muatan domestik," paparnya, Kamis (6/1/2022).

Apabila terjadi pengurangan muatan transhipment, strategi emiten yang sahamnya dipegang oleh Standard Chartered Bank ini memilih mengalihkan armada untuk mengangkut muatan domestik.

Setelah adanya larangan sementara ekspor batu bara ini, permintaan armada muatan domestik kepada Perseroan meningkat. Perseroan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi permintaan tersebut.

"Oleh karenanya, larangan ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, kinerja keuangan, perkara hukum dan kelangsungan usaha perseroan atau Entitas Anak Perseroan," ungkapnya.

Di sisi lain, TPMA juga melakukan diversifikasi muatan dengan baru-baru ini menambah kapasitas angkutan nikel dan batu bara bersama dengan PT Pacific Pelayaran Indonesia (PPI) dan T&J International Holding Limited (TJI) setelah menandatangani Perjanjian Pemegang Saham, melanjutkan Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani pada 29 Oktober 2021.

Kerja sama ini diwujudkan melalui PT Trans Logistik Perkasa (TLP) yang direncanakan akan membeli lebih kurang 60 set kapal tunda dan tongkang secara bertahap untuk kebutuhan pengangkutan biji nikel.

Sebagai upaya mendukung kebutuhan batu bara smelter di area Indonesia Bagian Tengah termasuk Sulawesi Tengah dan Indoneisa Bagian Timur termasuk Maluku.

Adapun, Perseroan mengucurkan total investasi US$250 juta untuk membeli 60 set kapal tunda dan tongkang sebagai target investasi akan meningkatkan profitabilitas TPMA di masa yang akan datang.  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt trans power marine tbk ekspor batu bara
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top