Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh! Jelang Tutup Tahun 2021, Harga Bitcoin Malah Makin Anjlok

Sepanjang Desember 2021, harga Bitcoin telah menurun 18 persen.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 30 Desember 2021  |  17:59 WIB
Ilustrasi aset kripto Bitcoin - Freepik
Ilustrasi aset kripto Bitcoin - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA – Harga Bitcoin melanjutkan tren koreksinya pada akhir Desember dan menguji level teknikal 2 tahun terakhir menjadi batas bawah aset kripto tersebut.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (30/12/2021), Bitcoin terkoreksi hingga 2,7 persen dan diperdagangkan pada level US$46.700, Sepanjang Desember 2021, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia itu telah menurun 18 persen.

Level harga tersebut juga membawa Bitcoin ke rerata pergerakan selama 55 minggu, yang menjadi batas bawah secara teknikal. Berdasarkan analisa tersebut, level harga ini berpotensi membawa Bitcoin di bawah US$40.000.

Pelaku pasar juga masih mempertanyakan volatilitas Bitcoin jelang tahun 2022 ini. Fluktuasi ini berpotensi semakin menekan harga Bitcoin pada 2022 atau justru menjadi katalis reli harga seiring dengan berkurangnya stimulus global pascapandemi.

Analis XTB Market Walid Koudmani mengatakan tahun ini merupakan pemulihan kepercayaan investor terhadap aset-aset kripto. Hal ini seiring dengan penggunaan aset kripto dan blockchain yang semakin meluas di pasar keuangan global.

“Hal ini juga didukung oleh besarnya jumlah investor institusional yang masuk ke aset ini,” jelasnya, sepertri dilansir Bloomberg, Kamis (30/12/2021).

Koudmani menuturkan, katalis tersebut akan berimbas pada reli berkelanjutan Bitcoin serta kenaikan volatilitas seiring dengan masuknya investor ritel.

Sebelumnya, Vijay Ayyar, VP of Corporate Development and International di bursa kripto Singapura, Luno, menjelaskan saat ini belum ada sentimen yang mengkhawatirkan untuk Bitcoin.

“Harga Bitcoin masih akan bullish jika berhasil bertahan di level US$48.000 hingga US$49.000,” jelasnya dikutip dari Bloomberg.

Sementara itu, analisa teknikal menunjukkan pergerakan ini merupakan titik balik dari Bitcoin setelah anjlok dari level tertingginya pada kisaran US$69.000 November lalu. Sejauh ini, kenaikan Bitcoin telah terpangkas sekitar 70 persen secara year to date (ytd).

Analisa dengan menggunakan teknik Bollinger Bands menunjukkan pergerakan Bitcoin sempat menyentuh level upper band selama sepekan terakhir. Namun, Bitcoin gagal menembus level tersebut pada penutupan perdagangan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency aset kripto
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top