Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos Bukalapak Rachmat Kaimuddin Undur Diri

Bukalapak telah menerima surat pengunduran diri dari Rachmat Kaimuddin selaku Direktur Utama.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 29 Desember 2021  |  11:59 WIB
Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) Rachmat Kaimuddin dan Komisaris Utama Bukalapak Bambang P.S. Brodjonegoro menunjukkan sertifikat pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia, Jumat (6/8/2021) - Istimewa
Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) Rachmat Kaimuddin dan Komisaris Utama Bukalapak Bambang P.S. Brodjonegoro menunjukkan sertifikat pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia, Jumat (6/8/2021) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) Muhammad Rachmat Kaimuddin mengundurkan diri dari jabatannya.

Corporate Secretary Bukalapak Perdana A. Saputro menyampaikan pada Selasa (28/12/2021), Bukalapak telah menerima surat pengunduran diri dari Rachmat Kaimuddin selaku Direktur Utama.

"Permohonan pengunduran diri tersebut akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan anggaran dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," paparnya dalam surat ke Bursa Efek Indonesia, Rabu (29/12/2021).

Mundurnya Rachmat menurut Perdana tidak mempengaruhi kegiatan usaha dan kelangsungan usaha Bukalapak , mengingat penyampaian keterbukaan informasi ini merupakan pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi berdasarkan POJK No. 31 dan Pasal 8 ayat (2) Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

Sebelumnya, PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) menerima restu dari pemegang saham untuk mengalihkan penggunaan dana IPO melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (23/12/2021).

BUKA resmi listing pada 6 Agustus 2021 di Bursa Efek Indonesia dan menghimpun dana IPO Rp21,9 triliun, terbesar sepanjang sejarah BEI.

Direktur Utama Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan terkait dengan rencana pertumbuhan dan perkembangan perseroan dan entitas anak ke depannya. Maka manajemen terus mengkaji dan menelaah potensi-potensi serta kesempatan-kesempatan yang tersedia.

Adapun perubahan rencana penggunaan dana hasil IPO menjadi sebagai berikut:

a. Sekitar 33% akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja.
b. Sekitar 34% akan digunakan untuk modal kerja Entitas Anak, yaitu:
i. Sekitar 15% dialokasikan kepada PT Buka Mitra Indonesia;
ii. Sekitar 15% dialokasikan kepada PT Buka Usaha Indonesia;
iii. Sekitar 1% dialokasikan kepada PT Buka Investasi Bersama;
iv. Sekitar 1% dialokasikan kepada PT Buka Pengadaan Indonesia;
v. Sekitar 1% dialokasikan kepada Bukalapak Pte. Ltd.; dan
vi. Sekitar 1% dialokasikan kepada PT Five Jack.

Rachmat menambahkan sisanya akan digunakan oleh BUKA dan entitas anak untuk pertumbuhan dan pengembangan usaha. Namun tidak terbatas pada pembelian saham, aset, dan atau penyertaan saham pada satu atau lebih perusahaan termasuk dalam rangka perjanjian patungan atau joint venture.

Pada perdagangan Rabu (29/12/2021) sesi I, saham BUKA turun 0,93 persen atau 4 poin menjadi Rp426. Total transaksinya mencapai Rp51,56 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia bukalapak Rachmat Kaimuddin
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top