Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kencana Energy (KEEN) Siapkan Rencana Ekspansi EBT di 2022

Kencana Energy dalam proses menyelesaian akuisisi sejumlah proyek EBT baru.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 28 Desember 2021  |  15:48 WIB
PLTA air putih yang dioperasikan PT Kencana Energi Lestari Tbk - kencanaenergy.com
PLTA air putih yang dioperasikan PT Kencana Energi Lestari Tbk - kencanaenergy.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) tengah melakukan uji tuntas (due dilligence) dengan beberapa calon investor strategis untuk mendukung rencana ekspansi proyek pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT) pada tahun 2022.

Perseroan juga dalam proses menyelesaian akuisisi proyek baru yakni pembangkit listrik mini hidro (mini hydroelectric power plant) berkapasitas 10 Megawatt (MW), biomassa berkapasitas 5 MW, dan konstruksi pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 1,3 MW.

Direktur Operasional KEEN Karel Sampe Pajung, mengatakan saat ini perseroan didukung tiga pembangkit listrik hidro (di atas 10 MW) yang masuk dalam portofolio yakni PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Pakkat berkapasitas 18 MW di Sumatra Utara (Sumut), PLTA Air Putih 21 MW di Bengkulu dan PLTM Madong 10 MW di Sulawesi Selatan (Sulsel), sehingga total kapasitas mencapai 49 MW.

"Kami optimistis EBT masih sangat menjanjikan dan memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan di Indonesia guna menggantikan posisi energi fosil yang masih sangat diandalkan hingga kini, tetapi persediaannya semakin menipis dari hari ke hari," katanya, dalam paparan publik, di Jakarta, Selasa (28/12/2021).

Saat ini, perusahaan memproduksi EBT melalui dua anak usaha yaitu PT Bangun Tirta Lestari (PT BTL) dan PT Energy Sakti Sentosa (PT ESS). EBT yang diproduksi lalu dipasok untuk memenuhi kebutuhan industri dan rumah tangga. Perseroan melalui PT Nagata Dinamika Hidro Madong kini sedang membangun PLTM.

Perseroan juga bekerjasama dengan PT PLN (Persero) dengan menandatangani Kesepakatan Pembelian Listrik (Power Purchase Agreement/ PPA). Kesepakatan itu juga menjadi sumber pendapatan tetap yang akan membentuk profil keuangan yang kuat guna mendukung kegiatan usaha di masa depan.

Wakil Direktur Utama KEEN Wilson Maknawi menilai prospek EBT akan ditopang oleh sejumlah katalis positif di antaranya roadmap 2021-2025 dengan target peningkatan bauran EBT sebesar 23 persen pada 2025, rasio elektrifikasi 100 persen, dan penyelesaian program 35 GW.

Indonesia juga menargetkan penurunan gas rumah kaca sebesar 34,8 persen pada tahun 2025 dan 58,3 persen pada tahun 2050. Prospek ini dinilai terbuka lebar mengingat saat ini konsumsi EBR di Indonesia masih rendah.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat konsumsi EBT Indonesia baru 151 kWh atau nomor 7 di Asia Tenggara pada 2017, setelah Malaysia 689 kWH, Vietnam 673 kWH, Thailand 364 kWH, Filipina 213 kWH, Myanmar 178 kWH, dan Kamboja 168 kWH.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi terbarukan ebt Kencana Energi Lestari
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top