Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nusa Konstruksi (DGIK) Bidik Kontrak Baru Rp1,8 Triliun pada 2022

Dengan target kontrak baru mencapai Rp1,8 triliun pada 2022, DGIK membidik pendapatan senilai Rp1 triliun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 28 Desember 2021  |  15:40 WIB
Nusa Konstruksi (DGIK) Bidik Kontrak Baru Rp1,8 Triliun pada 2022
Pekerja PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (NKE) menyelesaikan pembangunan gedung World Capital Tower (WCT) setinggi 54 lantai milik Pollux Properties Group, di Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (13/9). - ANTARA
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kontraktor PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk. menargetkan perolehan kontrak baru hingga Rp1,8 triliun pada 2022.

Target tersebut lebih tinggi 978 persen dari perolehan kontrak baru pada 2021 yang senilai Rp167 miliar.

Direktur Utama Nusa Konstruksi Enjiniring Budi Susilo menjelaskan perseroan optimistis menyongsong 2022 setelah perseroan berubah pengendali. Adapun, PT Global Dinamika Kencana (GDK) masuk sebagai pemegang saham pengendali baru di emiten dengan kode saham DGIK ini.

“Dengan masuknya pengendali baru yaitu GDK membuat kami merasa lebih solid dan kuat karena mereka juga sudah merupakan kontraktor sehingga ke depannya akan memberikan sinergi yang positif untuk kedua pihak,” kata Budi dalam paparan publik, Selasa (28/12/2021).

Adapun, DGIK berencana melakukan transformasi bisnis yang akan memberikan dampak signifikan terhadap perolehan proyek infrastruktur maupun gedung. Tak hanya menjadi kontraktor, Budi membeberkan perseroan juga berencana melakukan investasi di aset infrastruktur.

Berdasarkan data perseroan, DGIK membukukan perolehan kontrak baru hingga 20 Desember 2021 mencapai Rp167 miliar sejak awal tahun.

Beberapa proyek yang saat ini dikerjakan a.l. Holland Village di Jakarta, Ciputra Bisnis Park & Delft Ciputra Apartemen di Makassar, RSU Aisyiyah di Ponorogo, Bandara Nabire di Papua, dan PLTU 1.000 MW di Cirebon.

Dengan carry over omset kontrak 2020 ke 2021 sebesar Rp501 miliar, perseroan mencatatkan order book pada 2021 senilai Rp668 miliar. Sedangkan carry over omzet kontrak dari 2021 ke 2022 tercatat sekitar Rp300 miliar.

Direktur Nusa Konstruksi Enjiniring Rahman Sadikin menambahkan dengan target kontrak baru mencapai Rp1,8 triliun pada 2022, perseroan membidik pendapatan senilai Rp1 triliun.

“Pendapatan kami targetkan terjadi kenaikan yang cukup signifikan dari 2021 ke 2022 sebesar 303 persen menjadi Rp1 triliun dari Rp345,35 miliar,” tutur Rahman.

Rahman mengungkapkan pada tahun depan perseroan akan menyasar beberapa proyek dari pemerintah dengan porsi sebesar 55 persen dan swasta sebesar 45 persen. Adapun, di sepanjang tahun ini kontrak baru yang didapatkan perseroan seluruhnya berasal dari swasta.

Berdasarkan jenis pekerjaannya, DGIK juga akan memperluas pasar ke proyek infrastruktur pada tahun depan dengan porsi 65 persen. Sedangkan proyek gedung dibidik hanya 35 persen setelah tahun ini seluruh kontrak baru berasal dari proyek gedung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten kontraktor pt nusa konstruksi enjiniring tbk
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top