Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Erick Thohir Targetkan Bio Farma Produksi 77 Juta Vaksin Covid-19 Tahun Depan

Pada pertengahan 2022, Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan Bio Farma bisa memproduksi vaksin Covid-19 sehingga menekan impor vaksin.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 27 Desember 2021  |  14:58 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir saat RDP dengan Komisi VI DPR membahas usulan PMN 2022, Kamis (8/7 - 2021).
Menteri BUMN Erick Thohir saat RDP dengan Komisi VI DPR membahas usulan PMN 2022, Kamis (8/7 - 2021).

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian BUMN menargetkan vaksin Covid-19 buatan Bio Farma dapat diproduksi massal pada Juni 2022. Targetnya, produksi untuk vaksin booster tersebut dapat mencapai 77 juta dosis.

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan telah berhasil menggabungkan Bio Farma sebagai perusahaan induk (holding company) yang membawahi Kimia Farma, Indofarma, dan sejumlah rumah sakit yang berada di bawah Indonesia Healthcare Corporation (IHC).

Selain itu, secara bisnis Bio Farma diharapkan mampu membuka peluang baru dalam industri kesehatan seperti industri vaksinasi.

“Karena itu kita coba sekarang bekerja sama dengan berbagai pihak apakah merupakan vaksin mRNA atau protein rekombinan yang hari ini memang masih terus kita jajaki,” paparnya, Senin (27/12/2021).

Terkait vaksinasi, Erick menjelaskan bahwa tanggal 13 Desember 2021 telah dimulai uji klinis vaksin produksi Bio Farma. Dengan dimulainya uji klinis tersebut, Erick berharap tahun depan Indonesia mampu memproduksi vaksin secara mandiri.

“Tentu kita harapkan dengan uji klinis ini ke satu lalu kedua dan ketiga, kita juga bisa menekan impor vaksin di tahun depan. Kita siap memproduksi 77 juta [dosis] untuk langkah awal yang bisa mulai insyaallah pada Juli 2022,” tambahnya.

Bio Farma mengungkapkan holding BUMN Farmasi mencetak kenaikan pendapatan hingga semester I/2021 sebesar 164 persen menjadi Rp15,26 triliun.

Sekretaris Perusahaan Bio Farma Bambang Heriyanto menjelaskan kinerja Holding BUMN Farmasi semester I/2021, dengan adanya penugasan dari pemerintah untuk penanganan Covid-19 seperti penyediaan vaksin Covid-19, obat-obatan, multivitamin, serta alat kesehatan, turut berpengaruh ke kinerja keuangan.

Holding BUMN Farmasi (Bio Farma, Kimia Farma dan Indofarma) pada semester I/2021 mengalami peningkatan pendapatan 164 persen, dari Rp5,78 triliun pada 2020, menjadi Rp15,26 triliun di 6 bulan 2021.

Secara detail, pendapatan Bio Farma sendiri, didapat dari realisasi pendapatan penugasan yang mencapai Rp8,12 triliun, yang terdiri atas Rp7,97 triliun program vaksin Covid-19 dan Rp144,3 miliar, didapat dari program Vaksinasi Gotong Royong.

Untuk anggota holding BUMN Farmasi, Kimia Farma membukukan pendapatan pada Semester I/2021 sebesar Rp5,56 triliun yang diperoleh dari penjualan produk pihak ketiga sebesar Rp4,1 triliun termasuk di dalamnya dari vaksin gotong royong sebesar Rp402,9 miliar.

Sedangkan untuk Indofarma, pendapatan semester I/2021 mencapai Rp849,33 miliar, berasal dari penjualan obat Obat Generik Berlogo (OGB) dan ethical sebesar Rp492,79 miliar, sisanya dari penjualan alkes, multivitamin, dan lain-lain.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

erick thohir bio farma Vaksin Covid-19 booster vaksin
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top