Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cukai Rokok Naik! Saham Emiten Rokok HMSP GGRM Dibuka Rontok

Saham GGRM tercatat turun 600 poin atau 1,86 persen sesaat setelah pembukaan. Begitu pula saham HMSP yang tercatat turun 35 poin atau 3,43 persen.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 14 Desember 2021  |  09:28 WIB
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Mindaugas Trumpaitis (kedua kiri), mantan Direktur Keuangan Michael Sandritter (kiri), Direktur Keuangan William "Bill" Giff (kedua kanan) dan Direktur Urusan Eksternal Yos Adiguna Ginting berbincang seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (27/4/2017). - ANTARA FOTO/Adiguna
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Mindaugas Trumpaitis (kedua kiri), mantan Direktur Keuangan Michael Sandritter (kiri), Direktur Keuangan William "Bill" Giff (kedua kanan) dan Direktur Urusan Eksternal Yos Adiguna Ginting berbincang seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (27/4/2017). - ANTARA FOTO/Adiguna

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah resmi menaikkan tarif cukai hasil tembakau atau CHT untuk 2022 dengan kenaikan rata-rata 12 persen. Kenaikan CHT ini mempengaruhi gerak saham emiten-emiten rokok di bursa.

Berdasarkan data RTI Infokom, Selasa (14/12/2021) pagi, saham-saham emiten rokok terjun ke zona merah sesaat setelah pembukaan perdagangan hari ini.

Saham PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) tercatat turun 600 poin atau 1,86 persen ke level Rp31.650 sesaat setelah pembukaan. Begitu pula saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang tercatat turun 35 poin atau 3,43 persen ke level Rp985 per saham.

Sementara, saham emiten rokok lainnya yakni PT Wismilak Inti Makmur Tbk. (WIIM) juga dilepas investor. Saham WIIM turun 6 poin atau 1,23 persen ke level Rp480 per saham. Adapun saham PT Indonesian Tobacco Tbk. (ITIC) tercatat turun 2 poin atau 0,68 persen ke level Rp294.

Sebelumnya, Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki Yamani mengatakan, kebijakan kenaikan cukai 12 persen ini masih lebih baik dari kenaikan CHT tahun 2021 yang mencapai 12,5 persen.

"Walaupun ada kenaikan, ini masih lebih rendah dari tahun lalu. Ini lebih baik dari kenaikan 2021 yang mencapai 12,5 persen," kata Yaki dihubungi, Senin (13/12/2021).

sebagaimana diketahui, kenaikan CHT ini akan berlaku sejak Januari 2022. Yaki meyakini hal ini telah diantisipasi oleh dua emiten rokok besar, yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP).

Dia memperkirakan, kedua emiten rokok ini mengantisipasi kenaikan cukai dengan meneruskannya ke average selling price (ASP).

"Secara fundamental, kami di BCA Sekuritas merekomendasikan fully valued untuk kedua saham emiten rokok, dengan target price (TP) GGRM di Rp35.900 dan HMSP di Rp995," ucap dia.

Namun, kata dia, secara teknikal investor masih memiliki kesempatan untuk masuk ke dua saham ini, karena masih berpotensi untuk buy on weakness.

Dia merekomendasikan GGRM untuk trading level entry terdekat buy on weakness dengan range 31.400-31.675. Sementara HMSP di kisaran 975-1.010.

Adapun pada penutupan perdagangan Senin (13/12/2021) sebelum pengumuman kenaikan CHT, saham GGRM ditutup naik 200 poin atau 0,62 persen ke level Rp32.250 per saham. Begitu pula dengan saham HMSP yang terpantau naik 15 poin atau 1,49 persen ke harga Rp1.020 per saham.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hm sampoerna hmsp emiten rokok ggrm gudang garam wismilak
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top