Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indo Pureco Pratama (IPPE) Resmi Melantai di Bursa, Ini Rencana Penggunaan Dana IPO-nya

IPPE melepas 1.000.000.000 (satu miliar) saham setara dengan 21,74 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga saham perdana Rp100, dan dana yang berhasil dihimpun Perseroan sebesar Rp100 miliar.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 09 Desember 2021  |  10:00 WIB
Indo Pureco Pratama (IPPE) Resmi Melantai di Bursa, Ini Rencana Penggunaan Dana IPO-nya
Jajaran direksi PT Indo Pureco Pratama Tbk. dalam seremoni pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) saham IPPE, Kamis, 9 Desember 2021. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indo Pureco Pratama Tbk. (IPPE), bergerak dibidang industri pengolahan minyak buah kelapa, resmi tercatat sebagai perusahaan ke-51 pada 2021 dan ke-763 di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham IPPE.

Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas 1.000.000.000 (satu miliar) saham setara dengan 21,74 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga saham perdana Rp100, dan dana yang berhasil dihimpun Perseroan sebesar Rp100 miliar.

Berdasarkan hasil penawaran umum dari tanggal 02 Desember - 07 Desember 2021, saham IPPE mengalami oversubscribed 19,11 kali dari penawaran pooling. Perseroan menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan PT KGI Sekuritas Indonesia selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek dalam IPO ini.

Direktur Utama Perseroan Syahmenan menjelaskan langkah Perseroan untuk masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan ekspansi usaha, kapasitas pendanaan, tata kelola, dan prinsip keterbukaan perseroan lebih baik sebagai perusahaan publik, yang diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi stakeholder.

Adapun, rencana penggunaan dana yang diperoleh dari IPO tersebut, sekitar 40,83 persen dari dana IPO akan digunakan untuk Belanja Modal dan sisanya sekitar 39,11 persen dari dana IPO akan digunakan untuk modal kerja.

Syahmenan menjelaskan, penggunaan dana dari perolehan Penawaran Umum yang digunakan untuk Belanja Modal diantaranya sekitar 40,83 persen digunakan untuk pembelian mesin-mesin untuk pabrik CCO (Crude Coconut Oil), RBD (Refined Bleaching Deodorised), VCO (Virgin Coconut Oil), dan packaging. Kemudian, sekitar 34,84 persen digunakan untuk pembangunan pabrik (perdirian baru dan perluasan), dan sekitar 24,33 persen digunakan untuk pembelian tangki stock.

“Sedangkan penggunan modal kerja digunakan untuk pembelian bahan baku, operasional kantor, perizinan, transportasi, biaya produksi, dan operasional lainya,” jelas Syahmenan dalam keterangan resmi, Kamis (9/12/2021).

Menurutnya, pengembangan kelapa menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan meningkatkan perekonomian nasional. Saat ini, produk kelapa Indonesia banyak diperdagangkan dalam bentuk kelapa segar, kopra atau minyak kelapa. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

initial public offering Indo Pureco Pratama IPPE
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top