Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Emas dan Nikel Bikin Saham Antam (ANTM) Masuk Rekomendasi

RHB Sekuritas juga memprediksikan bahwa permintaan emas masih kuat, terutama dari pasar tradisional seperti China dan India. Ini dengan harapan dapat mencegah risiko investasi dari inflasi yang memanas secara global.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 23 November 2021  |  19:39 WIB
Foto udara pabrik pengolahan nikel milik PT Aneka Tambang Tbk. di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (24/8/2020). PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) mencatat pertumbuhan positif kinerja produksi unaudited komoditas feronikel pada periode triwulan ke-2 tahun 2020 sebesar 6.447 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau naik sebesar dua persen dibandingkan kuartal sebelumnya. ANTARA FOTO - Jojon
Foto udara pabrik pengolahan nikel milik PT Aneka Tambang Tbk. di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (24/8/2020). PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) mencatat pertumbuhan positif kinerja produksi unaudited komoditas feronikel pada periode triwulan ke-2 tahun 2020 sebesar 6.447 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau naik sebesar dua persen dibandingkan kuartal sebelumnya. ANTARA FOTO - Jojon

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas dan nikel dari PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang stabil membuat saham perusahaan masih menarik untuk dibeli.

“Dukungan yang stabil akan tetap ada untuk bisnis utama ke depan dari kenaikan harga jual nikel dan emas yang stabil setidaknya untuk jangka menengah,” ujar analis RHB Sekuritas Indonesia, Fauzan Luthfi Djamal dalam riset, dikutip Selasa (23/11/2021).

Selain itu, capaian operasional sehat Aneka Tambang juga turut memupuk kinerja positif, karena berhasil mengamankan tren pemulihan menyusul risiko pandemi yang terus berkurang.

“Namun kenaikan biaya bahan bakar yang membahayakan margin, fluktuasi mata uang asing, dan penurunan permintaan logam utama menurunkan rata-rata harga jual [ASP],” imbuhnya.

Ke depan, RHB Sekuritas juga memprediksikan bahwa permintaan emas masih kuat, terutama dari pasar tradisional seperti China dan India. Ini dengan harapan dapat mencegah risiko investasi dari inflasi yang memanas secara global.

Selain itu, ekspektasi pengetatan likuiditas dari program tapering AS telah diluncurkan sejak awal November juga masih akan mempengaruhi harga emas.

“Bisnis emas ANTM berada dalam mode optimistis, dengan pencapaian penjualan emas kuartal III/2021 sebesar 81 persen dari target setahun penuh kamidari segi marjin juga masih sejalan dengan pencapaian sebelumnya dengan rata-rata lima tahun, hanya margin positif, yang 68 persennya didukung emas,” jelasnya.

Di samping emas, RHB memprediksikan tingkat harga nikel yang tinggi masih akan berjalan untuk jangka panjang, meskipun ada kekhawatiran terkait berkurangnya produksi baja nirkarat di China dan ekspektasi dolar AS yang akan lebih kuat.

“Hal ini membawa kegelisahan pada pasar karena bisa menurunkan minat pembelian komoditas. Di sisi lain, faktor pendorong dari percepatan adopsi baterai kendaraan listrik karena kebijakan yang lebih ketat terhadap pemanasan global di seluruh dunia telah menjaga sentimen terhadap penggunaan nikel yang lebih tinggi di masa depan di tengah ketersediaan yang sangat rendah,” paparnya.

Kendati dari sisi neraca keuangan masih positif, namun, ke depan diperkirakan masih ada beberapa risiko jangka pendek, yakni terkait emisi tinggi dari peningkatan konsumsi bahan bakar fosil dan eksploitasi lingkungan.

Untuk saham ANTM, RHB Sekuritas tetap merekomendasikan beli dengan target harga Rp3.450, dengan adanya dukungan lebih lanjut dari industri nikel dan harga emas yan tak pernah terus naik.

Pada perdagangan Selasa (23/11/2021) harga saham ANTM juga bergerak di zona hijau, naik 30 poin atau 1,27 persen ke 2.400. Emiten dengan kapitalisasi pasar senilai Rp57,67 triliun ini sudah mencatatkan kenaikan harga saham sampai 127,49 persen dalam setahun terakhir. Sementara, untuk tahun ini saja sudah naik 24,03 persen.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

antam rekomendasi saham
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top