Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT Vale Indonesia Tbk. di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). - ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Lihat Foto
Premium

Nasib Emiten di Tengah Rencana Presiden Setop Ekspor Komoditas Mentah

Presiden Joko Widodo memiliki ambisi besar untuk memacu penghiliran komoditas unggulan Indonesia. Bagaimana dampaknya ke emiten seperti Aneka Tambang (Antam) dan Vale Indonesia (INCO)?
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com
19 November 2021 | 18:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyerukan rencana untuk menghentikan ekspor semua komoditas mentah atau raw commodities unggulan Indonesia. Rencana itu menyusul dihentikannya ekspor nikel mentah sejak 2020.

Kebijakan tersebut untuk memastikan kebijakan penghiliran komoditas tambang meskipun saat ini RI tengah digugat Uni Eropa melalui World Trade Organization (WTO). 

Presiden mengatakan bahwa proses penghiliran industri memberikan manfaat pada segi nilai dan harga barang di pasar global. Penghiliran juga berdampak pada terciptanya lapangan kerja baru di Tanah Air.

Selain itu, pemerintah juga melakukan beberapa kebijakan untuk mendukung produk hilir mineral. Salah satunya dengan menyetop ekspor bijih nikel. 

Alhasil, produk nikel harus diolah terlebih dulu sebelum diizinkan ekspor. Sikap pemerintah ini pula yang menjadikan Uni Eropa menyatakan gugatannya kepada WTO.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top