Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nantikan Strategi AS, Harga Minyak Masih di Zona Hijau

Penegasan sikap OPEC+ untuk mempertahankan kebijakan produksi, serta potensi terhambatnya barel Iran ke pasar minyak global memberikan dukungan pada harga minyak.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 09 November 2021  |  23:54 WIB
Prediksi Harga Minyak WTI - Reuters
Prediksi Harga Minyak WTI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak mentah global masih bergerak di zona hijau meskipun Amerika Serikat mendesak anggota OPEC+ untuk segera menambah pasokan.

Pada perdagangan Selasa (9/11/2021), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik 0,49 poin atau 0,60 persen ke US$82,42 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent naik 0,31 poin atau 0,37 persen ke US$83,74 per barel.

Penegasan sikap OPEC+ untuk mempertahankan kebijakan produksi, serta potensi terhambatnya barel Iran ke pasar minyak global memberikan dukungan pada harga minyak. Meski demikian, AS yang pada minggu ini berencana mengumumkan strategi menangani kenaikan harga minyak membebani pergerakan harga pagi ini.

Menteri Energi UEA Suhail Al-Mazrouei pada hari Senin dalam Konferensi Mingguan Minyak Afrika mengatakan aliansi 23 negara pengekspor minyak mentah utama akan tetap berhati-hati dalam meningkatkan produksi karena pasar minyak akan beralih ke surplus pada kuartal pertama tahun depan 

Dari pernyataan Mazrouei menandakan OPEC dan sekutunya akan tetap mempertahankan untuk tidak menambah lebih banyak pasokan ke pasar.

Selain itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh pada Senin menuntut AS agar segera mencabut semua sanksi yang dijatuhkan pada Iran serta menjamin bahwa AS tidak akan keluar dari perjanjian nuklir lagi apabila kesepakatan berhasil dicapai. 

Desakan dari Iran tersebut memicu kekhawatiran bahwa kelanjutan negosiasi nuklir yang dijadwalkan pada 29 November nanti berpotensi terhambat karena permintaan Iran dianggap tidak realistis oleh AS serta kekuatan dunia lainnya, yang sekaligus mengindikasikan bahwa kembalinya barel Iran ke pasar minyak global tidak akan secepat yang diperkirakan sebelumnya.

Sementara itu, koalisi dari 11 senator Demokrat pada hari Senin mendesak Presiden Joe Biden untuk mengambil langkah-langkah ekstrem dalam menekan kenaikan harga gas, termasuk melarang ekspor minyak mentah dan merilis Cadangan Minyak Strategis AS. 

Di hari yang sama, Menteri Energi Jennifer Granholm mengatakan Presiden Biden pada minggu ini berencana mengumumkan rincian strategi jangka pendek dan jangka panjang untuk menangani krisis energi yang terjadi.

"Untuk indikator yang dipantau pasar dalam waktu dekat untuk melihat gambaran permintaan minyak adalah laporan mingguan pasar minyak AS dari grup industri American Petroleum Institute [API] yang akan dirilis dini hari nanti dan dilanjutkan dengan laporan resmi dari badan statistik pemerintah AS Energy Information Administration [EIA] pada Rabu malam," tulis Tim Riset ICDX dalam riset harian, Selasa (9/11/2021).

Melihat dari sudut pandang teknis, ICDX memperkirakan harga minyak akan berada dalam kisaran resistance di US$82,77 - US$84,18 per barel serta kisaran support di US$78,56 per barel. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak opec wti
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top