Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Tertekan Dolar AS Jelang Pengumuman Kebijakan The Fed

Dolar AS meningkat jelang pengumuman kebijakan moneter The Fed hari Kamis jam 01:00 WIB sehingga turut menekan rupiah.
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah di hadapan dolar AS dibuka melemah pada perdagangan Rabu (3/11/2021) jelang pengumuman Rapat Federal Reserve.

Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (3/11/2021), rupiah dibuka melemah 18 poin atau 0,13 persen ke Rp14.269 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS juga melemah tipis 0,002 poin ke 94,08.

Tim Riset Monex Investindo Futures (MIFX) menyebutkan meningkatnya dolar AS terjadi menjelang pengumuman kebijakan moneter The Fed hari Kamis jam 01:00 WIB.

"Pelaku pasar mengekspektasikan indikasi dari pejabat The Fed untuk mengambil langkah yang lebih agresif dari pernyataan sebelumnya di tengah meningkatnya ancaman kenaikan inflasi AS, yang diharapkan memaksa The Fed menaikkan tingkat suku bunga acuan lebih cepat dari rencana pda akhir 2022," tulisnya dalam riset harian, Rabu (3/11/2021).

Selain kebijakan The Fed, laporan ADP Non-Farm AS jam 19:15 WIB malam nanti juga menjadi fokus pasar sebai tolok ukur laporan Non-Farm Employment Change AS di hari Jumat nanti.

Sebelumnya, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, investor menunggu keputusan kebijakan dari beberapa bank sentral utama, setelah Reserve Bank of Australia (RBA) menjadi bank sentral pertama dalam menjatuhkan keputusan kebijakan mereka.

RBA mempertahankan suku bunga November 2021 tidak berubah pada 0,10 persen, karena menurunkan keputusan kebijakannya pada hari sebelumnya. Selanjutnya, The Federal Reserve AS akan merilis keputusan kebijakan terbarunya pada Rabu (3/11/2021) waktu setempat.

"The Fed menghadapi tantangan kenaikan harga dan upah pada level tertinggi selama beberapa dekade karena upaya untuk menyeimbangkan kenaikan inflasi dan memberi ekonomi waktu sebanyak mungkin untuk memulihkan pekerjaan yang hilang karena Covid-19," kata Ibrahim, Selasa (2/11/2021).

Dia melanjutkan, Goldman Sachs saat ini bertaruh bahwa The Fed akan menaikkan kenaikan suku bunga pada Juli 2022, setahun lebih awal dari perkiraan sebelumnya, karena ekspektasi bahwa inflasi akan tetap tinggi.

Adapun untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, tetapi berpotensi ditutup menguat tipis di rentang Rp14.220-Rp14.290 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper