Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tips Cara Membaca Laporan Keuangan, Hindari Kesalahan Berikut

Ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan investor pemula dalam membaca laporan keuangan emiten untuk menentukan investasinya.
Yuliana Hema
Yuliana Hema - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  16:54 WIB
Akuntansi.  - Hartaku.com
Akuntansi. - Hartaku.com

Bisnis.com, JAKARTA – Membaca Laporan keuangan adalah hal penting dalam menganalisa sebuah sebuah Saham. Namun kadang kala tanpa disadari investor melakukan kesalahan saat membaca laporang keuangan. 

Pengamat Pasar Modal Rivan Kurniawan memaparkan beberapa kesalahan yang sering ditemui khususnya pada investor pemula dalam membaca laporan keuangan. 

Menurutnya, kesalahan pertama yang sering dilakukan investor pemula adalah terlalu berfokus pada laba bersih atau net profit. Umumnya, investor pemula beranggapan net profit adalah satu-satunya acuan. 

"Ada kalanya perusahaan menghasilkan laba bersih yang positif, bukan berarti perusahaan tersebut lebih baik karena mungkin laba bersih itu hasil dari aktivitas operasionalnya," paparnya dalam unggahan di YouTube Rivan Kurniawan, dikutip Selasa (26/10/2021). 

Rivan menegaskan poin penting dalam mencermati laba bersih ialah mengetahui asal muasal angka laba bersih tersebut berasal agar tidak menimbulkan bias. 

Kesalahan kedua, tidak membaca setiap komponen laporan keuangan secara detil. Rivan berpendapat umumnya investor pemula hanya mencermati komponen besar seperti laba bersih. 

"Padahal kita perlu memahami bagaimana hubungan antara satu komponen dalam suatu laporan keuangan dengan komponen lainnya," pungkasnya. 

Rivan menekankan investor perlu mengetahui hubungan income statement, balance sheet, dan cash flow statement sehingga investor dapat menganalisis keadaan sebuah perusahaan. 

Kesalahan berikutnya, time frame analisis terlalu pendek. Dia menjelaskan umumnya investor hanya membandingkan laporan tahun ini dengan satu tahun sebelumnya. 

"Jika kita menganalisis dengan time frame yang terlalu pendek ini bisa menimbulkan bias karena kita tidak bisa memahami apa yang terjadi dalam sebuah perusahaan secara lebih detail," imbuhnya. 

Rivan menyarankan untuk menggunakan time frame untuk menganalisis laporan keuangan setidaknya lima tahun terakhir atau maksimal 10 tahun terakhir.

Kesalahan terakhir yang sering dijumpai adalah tidak membaca catatan kaki atau Catatan atas Laporan Keuangan (CALK). Menurutnya, catatan kaki merupakan komponen penting agar investor mengetahui darimana angka-angka pada halaman ringkasan berasal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham laba bersih laporan keuangan
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top