Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Saham Masih Kuat Tebus Rights Issue Emiten Rp18,91 Triliun

Potensi tren kenaikan calon investor baru terus menunjukkan pertumbuhan dan tidak menutup kemungkinan dengan membaiknya kondisi ekonomi Indonesia, emiten bisa menggaet investor dari luar negeri.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 11 Oktober 2021  |  20:18 WIB
Karyawan berada di dekat monito pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/1). Bisnis - Nurul Hidayat
Karyawan berada di dekat monito pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/1). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Investor dinilai tetap mampu menyerap saham baru yang membanjiri pasar modal oleh aksi rights issue 40 emiten dengan nilai Rp18,91 triliun.

Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan pasar tetap masih memiliki kemampuan untuk menyerap rights issue yang ada. Optimisme itu ditopang oleh geliat pertumbuhan investor yang menguat.

“Potensi tren kenaikan calon investor baru terus menunjukkan pertumbuhan dan tidak menutup kemungkinan dengan membaiknya kondisi ekonomi Indonesia bisa menggaet investor dari luar,” katanya kepada Bisnis pada Senin (11/10/2021).

Sukarno menambahkan bila emiten yang melakukan rights issue karena sudah tidak memungkinkan untuk mencari dana lewat skema pinjaman bank. Solusi kedua, lanjutnya, emiten dapat mencari dana dengan menerbitkan surat utang.

Akan tetapi, kondisi pendemi yang belum benar-benar stabil justru berpotensi membebani bila menerbitkan surat utang emiten dengan bunganya di tengah pendemi. Maka itu, emiten lebih memilih dengan skema RI.

Menurutnya tren penerbitan saham baru masih akan berlanjut ke depannya seiring rencana perusahaan untuk bisa ekspansi maupun modal kerja lainnya. “Hal itu agar bisa meningkatkan kembali kinerjanya dan menjaga arus kas perusahaan bagi industri yang belum benar-benar pulih,” katanya.

Sukarno mengatakan sektor yang paling potensial menggalang dana adalah infrastruktur, finansial dan material dasar. Menurutnya sektor infrastruktur memiliki proyek-proyek yang sempat tertunda akibat pendemi sehingga saat ini sudah bisa lanjut lagi seiring program vaksinasi.

Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia, enam perusahaan sektor finansial yang akan menerbitkan saham baru melalui skemar rights issue. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan masing-masing emiten berpotensi menggalang dana lebih dari Rp1 triliun.

Hingga 4 Oktober 2021, daftar sektor dengan rencana nilai rights issue lebih dari Rp1 trilliun sebagai berikut:

  • 6 perusahaan dari sektor financials
  • 1 perusahaan dari sektor healthcare
  • 1 perusahaan dari sektor infrastructures
  • 1 perusahaan dari sektor basic materials

Daftar sektor dengan rencana nilai rights issue di bawah Rp1 triliun sebagai berikut:

  • 4 perusahaan dari sektor basic materials
  • 4 perusahaan dari sektor consumer cyclicals
  • 4 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals
  • 4 perusahaan dari sektor energy
  • 9 perusahaan dari sektor financials
  • 1 perusahaan dari sektor healthcare
  • 1 perusahaan dari sektor industrials
  • 2 perusahaan dari sektor properties & real estates
  • 1 perusahaan dari sektor teknologi
  • 1 perusahaan dari sektor transportation & logistics
Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei Aksi Korporasi aksi emiten rights issue
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top