Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

 Holding BUMN Pertahanan Bentukan Erick Thohir Sudah Dekat

Pembentukan holding BUMN di sektor pertahanan ini ditargetkan selesai sebelum akhir tahun 2021.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 06 Oktober 2021  |  11:39 WIB
Produk SiLVue milik Len memang tangguh dan setara dengan OCC paling populer di dunia.  - Kementerian BUMN
Produk SiLVue milik Len memang tangguh dan setara dengan OCC paling populer di dunia. - Kementerian BUMN

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian BUMN tengah menyiapkan holding terakhir yang akan dibentuk pada tahun ini, yakni holding BUMN pertahanan. Holding akan terdiri atas 5 BUMN di sub klaster pertahanan.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan dalam waktu dekat, Kementerian BUMN akan merampungkan holding BUMN pertahanan. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperkuat BUMN di bidang tersebut.

"[Holding BUMN] yang terdekat ini, pertahanan. Media belum," urainya dalam konferensi pers virtual, Rabu (6/10/2021).

Dia juga menjelaskan, tahun ini Kementerian BUMN sudah menyelesaikan banyak Holding BUMN, yakni ultra mikro yang diisi BBRI, Pegadaian dan PNM, kemudian Pariwisata dan Aviasi, Holding Pangan, Holding Survey, Holding Pelindo, dalam proses holding RNI

Sebelumnya juga Holding BUMN Asuransi, Rumah Sakit, dan Farmasi juga sudah terbentuk.

Pada 2021, pemerintah melalui Kementerian BUMN memiliki target pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan.  Salah satu tujuannya adalah untuk menggabungkan kekuatan BUMN di Bidang Industri Pertahanan supaya lebih fokus dan kolaboratif untuk memenuhi kebutuhan Alpalhankam Nasional.  

Melalui pembentukan holding, Industri Pertahanan akan berada di bawah brand yang baru yaitu Defend ID. Dengan brand image yang baru, diharapkan Industri Pertahanan akan mampu menunjukkan kapabilitasnya dalam menghasilkan produk-produk berdaya saing tinggi.

BUMN Industri Strategis Pertahanan tersebut beranggotakan PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT Len Industri, PT Dahana dan PT PAL Indonesia. Adapun, sebagai induk usahanya adalah PT Len Industri.

PT Len Industri pun sudah membentuk Project Management Office (PMO) dalam 7 bidang terkait di dalam 5 BUMN tersebut. Harapannya, Holding ini dapat segera rampung dan landasan Peraturan Pemerintah (PP) pun segera terbentuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian bumn holding bumn
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top