Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kenali Indikator Penambah Daya IHSG Selama Kuartal IV/2021

Beberapa sektor yang menarik bagi investor di kuartal IV ini adalah sektor energi, keuangan, ritel dan properti.
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (29/1/2020). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (29/1/2020). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Analis mengungkapkan pada kuartal IV/2021 peluang window dressing masih terbuka dikarenakan beberapa indikator. Salah satunya pemulihan ekonomi baik domestik maupun internasional.

Ketua Informasi Investasi Mirae Asset Sekuritas Roger M.M mengungkapkan, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif sepanjang tahun ini, tetapi peluang window dressing masih terbuka.

"Peluang window dressing terbuka pada kuartal IV ini didukung beberapa indikator,” ungkap Roger saat dihubungi Bisnis, Senin (4/10/2021).

Roger menyebutkan bahwa tren pemulihan ekonomi domestik maupun internasional merupakan salah satu indikatornya. Diikuti dengan tren kenaikan harga komoditas dunia, dan rezim suku bunga rendah.

Selain itu, dia mengungkapkan bahwa saat ini krisis kasus Evergrande di China sudah mulai mereda yang juga disertai dengan meredanya sentimen tapering oleh The Fed, Amerika Serikat.

Sementara itu, indikator surplus neraca perdagangan di Tanah Air dan rendahnya current account deficit Indonesia menjadi salah satu katalis dari dalam negeri. 

Ditambah dengan optimalisasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) pemerintah. Kemudian juga adanya penurunan kasus Covid-19 dan akselerasi program vaksinasi massal di Indonesia.

Berdasarkan indikator tersebut, Roger pun mengatakan beberapa sektor yang menarik bagi investor di kuartal IV ini adalah sektor energi, keuangan, ritel dan properti.

Sebelumnya, Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy mengungkapkan hal serupa.

“Window dressing di Desember akan selalu terjadi karena cukup banyak yang berkepentingan,” ungkap Budi kepada Bisnis, Senin (4/10/2021).

Di samping itu, Budi juga berpikiran bahwa kuartal IV tahun ini akan lebih baik dibandingkan dengan kuartal ketiga karena beberapa sentimen positif yang akan mempengaruhi pergerakan saham.

Menurutnya, naiknya harga komoditas seperti batu bara dan crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit akan mendorong pertumbuhan indeks di tiga bulan terakhir 2021.

Menurut Budi, pada kuartal IV/2021, beberapa sektor yang akan membaik kinerjanya adalah komoditas, ritel, properti, dan juga sektor consumers good.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper