Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dolar AS Terkoreksi, Rupiah dan Mata Uang Asia Menguat

Pada pukul 09.15 WIB, rupiah tercatat menguat 5 poin atau 0,03 persen ke Rp14.302 per dolar AS.
Petugas menunjukkan mata uang dolar AS dan rupiah di Money Changer, Jakarta, Senin (19/4/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Petugas menunjukkan mata uang dolar AS dan rupiah di Money Changer, Jakarta, Senin (19/4/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah menguat di hadapan dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin (4/10/2021) bersama dengan sejumlah mata uang Asia.

Pada perdagangan hari ini, pukul 09.15 WIB, rupiah tercatat menguat 5 poin atau 0,03 persen ke Rp14.302 per dolar AS. Sementara melemah, indeks dolar masih bergerak di zona hijau, naik 0,022 poin atau 0,02 persen ke 94,05.

Mata uang di Asia lainnya yang turut menguat antara lain won Korea menguat 5,39 poin atay 0,45 persen ke 50,74 won per dolar AS. Kemudian, nilai tukar rupee India menguat 0,11 poin atau 0,15 persen ke 4,12 rupee per dolar AS.

Selain itu, yuan China juga menguat 0,02 poin atau 0,15 persen ke 6,44 yuan per dolar AS. Selanjutnya, yen Jepang juga menguat tipis 0,03 poin atau 0,03 persen ke 111,02 yen per dolar AS. 

Tim Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) menyebutkan dolar AS terkoreksi akibat rilis data klaim pengangguran yang melonjak dibandingkan pekan sebelumnya.

Namun, pelaku pasar disebut masih fokus pada kemungkinan The Fed melakukan tapering.

“Pelaku pasar terlihat masih mengantisipasi bahwa akan adanya aksi the Fed untuk mulai melakukan tapering atau paling tidak melakukan penurunan jumlah stimulus bulanan yang dimulai pada bulan November mendatang, dengan penurunan tingkat stimulus dan kenaikan tingkat bunga relatif mendorong tingkat imbal hasil obligasi menguat,” jelasnya melalui riset harian, dikutip Senin (4/10/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper