Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kupon ORI020 Dipatok 4,95 Persen, Harga Mulai Rp1 Juta

ORI-020 dengan kupon 4,95 persen per tahun memiliki minimum pemesanan Rp1 juta dan maksimum Rp2 miliar.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 01 Oktober 2021  |  01:28 WIB
Kupon ORI020 Dipatok 4,95 Persen, Harga Mulai Rp1 Juta
Obligasi Ritel Indonesia - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan menetapkan instrumen Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI020 yang akan ditawarkan secara daring (e-SBN) dengan tingkat kupon 4,95 persen per tahun.

Mengutip Antara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan masa penawaran ORI020 ini akan berlangsung mulai 4 Oktober hingga 21 Oktober 2021.

Masyarakat yang tertarik berinvestasi pada instrumen ritel yang mempunyai tanggal jatuh tempo 15 Oktober 2024 ini dapat mulai memesan dengan minimum pemesanan Rp1 juta dan maksimum Rp2 miliar.

Proses pemesanan pembelian ORI-020 secara online dilakukan melalui empat tahap yaitu registrasi/pendaftaran, pemesanan, pembayaran dan konfirmasi.

Pemesanan pembelian dapat disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan mitra distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN.

Sebelum melakukan pemesanan pembelian, setiap calon investor harus memahami Memorandum Informasi ORI020 yang telah dirilis pada Senin (27/9) dan dapat diakses pada tautan www.kemenkeu.go.id/ori.

Pemerintah sudah menunjuk 27 mitra distribusi untuk transaksi ini, antara lain 17 bank umum, empat perusahaan efek, tiga agen penjual efek reksa dana dan tiga perusahaan teknologi berbasis finansial (tekfin) peer-to-peer lending.

Sebanyak 17 bank umum tersebut antara lain Bank Central Asia, Bank Negara Indonesia, Bank Permata, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, Maybank Indonesia, Bank CIMB Niaga, dan Bank Mega.

Kemudian Bank Mandiri, Bank OCBC NISP, Bank Panin, Bank DBS Indonesia, Bank HSBC Indonesia, Bank UOB Indonesia, Bank Commonwealth, Bank Danamon Indonesia dan Bank Victoria International.

Sebanyak empat perusahaan efek antara lain Trimegah Sekuritas Indonesia, BRI Danareksa Sekuritas, Bahana Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas.

Selain itu tiga agen penjual efek reksa dana adalah Bareksa Portal Investasi, Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+) dan Star Mercato Capitale (Tanamduit).

Terakhir tiga perusahaan tekfin yaitu Investree Radhika Jaya (Investree), Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) dan Lunaria Annua Teknologi (Koinworks).

Penerbitan ORI020 merupakan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel keenam selama 2021, setelah ORI-019 pada Januari, SR-014 pada Februari, SWR-002 pada April, SBR-010 pada Juni dan SR-015 pada Agustus.

Sebelumnya, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan respon masyarakat terhadap ORI020 akan positif. Hal ini seiring dengan kondisi pasar obligasi Indonesia yang cenderung kondusif jelang masa penawaran dibuka.

Selain itu, hal ini turut didukung oleh animo investor ritel yang sedang tinggi terhadap produk Surat Berharga Negara (SBN) ritel. Menurutnya, para investor ritel tengah mencari instrumen yang memiliki return yang lebih optimal dibandingkan dengan deposito.

Penawaran ORI020 yang berdekatan dengan berakhirnya penjualan SR015 juga diyakini menjadi salah satu sentimen pendukung. Ramdhan mengatakan, penjualan ORI020 memberi kesempatan bagi para investor ritel, terutama yang baru, untuk membeli instrumen yang aman dan memiliki return optimal.

“Pertumbuhan investor baru kita di pasar SBN ritel terus mengalami kenaikan. Menurut saya ini akan berlanjut dengan penawaran ORI020,” jelasnya saat dihubungi pada Senin (27/9/2021).

Selain itu, prospek ORI020 juga dibantu dengan keringanan pajak penghasilan (PPh) bunga obligasi untuk investor dalam negeri yang telah diturunkan menjadi 10 persen. Hal ini akan menjadi pemanis tambahan untuk menarik lebih banyak investor ke instrumen ini.

Lebih lanjut, kemudahan pembelian obligasi ritel ini juga akan menarik minat banyak investor, terutama generasi milenial, karena dipasarkan secara online.

Menurutnya, dengan sejumlah sentimen pendukung tersebut, Ramdhan meyakini jumlah penjualan ORI020 dapat mendekati seri pendahulunya. Ia memperkirakan ORI020 akan terjual sekitar Rp20 triliun.

Ramdhan menambahkan, pemerintah wajib meningkatkan pendalaman pasar obligasi ritel di Indonesia. Hal tersebut agar instrumen ini dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat di Indonesia, tidak terpusat di beberapa wilayah saja.

“Edukasi dan sosialiasi harus terus dilakukan, agar basis investor SBN ritel juga semakin luas,” ujar Ramdhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi Obligasi sbn ORI020
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top