Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indo Premier Melihat Potensi Perbaikan Kinerja ETF

Ekspektasi pemulihan ekonomi pada kuarta IV/2021 menjadi sentimen positif bagi produk ETF.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 21 September 2021  |  22:03 WIB
ilustrasi investasi reksa dana
ilustrasi investasi reksa dana

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indo Premier Sekuritas (IndoPremier) optimis akan pemulihan kinerja produk reksa dana Exchange Traded Fund (ETF) di Indonesia yang disebutkan tidak lepas dari pemulihan ekonomi Tanah Air.

Co-Head ETF & Fund Advisory Indo Premier Sekuritas Raditya Immanzah melihat angka positif Covid-19 yang semakin menurun dan semakin giatnya vaksinasi yang dilakukan pemerintah dapat memberikan sentimen positif terhadap ekonomi dan berpeluang memberi perbaikan kinerja ETF.

“Kami optimis dan melihat potensi peluang perbaikan kinerja [ETF],” ungkap Raditya kepada Bisnis, Selasa (21/9/2021).

Oleh karena itu, Raditya melihat ekspektasi pemulihan ekonomi terutama pada kuarta IV/2021 mendatang dan kemudian menjadi sentimen positif bagi produk ETF. Dia pun berharap dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi akan membuat daya beli masyarakat kembali.

Disisi lain, Raditya mengungkapkan sentimen global baik dari Amerika berupa tapering oleh The Fed akan menjadi sentimen negatif dalam jangka pendek. Namun dia percaya bahwa tapering off akan memberi implikasi negatif yang minim terhadap investasi di Indonesia.

IndoPremier, diketahui telah bekerja sama dengan PT BNP Paribas Asset Management pada Selasa (21/9/2021) sebagai dealer partisipan. Di mana perusahaan tersebut mengeluarkan produk reksa dana ETF pertamanya yang dinamakan reksa dana indeks BNP Paribas IDX Growth30 ETF dengan kode perdagangan XBIG.

Raditya pun mengungkapkan, produk ETF yang dikeluarkan BNP Paribas AM tersebut memberikan peluang diversifikasi dan mendapat momentum dari 30 perusahaan dengan tema pertumbuhan.

“Kami melihat BNP Paribas langkah yang baik karena pertumbuhan ETF yang popular di kalangan investor Indonesia baik dari investor institusi dan ritel,” ungkapnya.

Dengan begitu, produk reksa dana ETF di Bursa Efek Indonesia (BEI) kini berjumlah 48 ETF. Adapun, 28 ETF diantaranya disebutkan Raditya berada dalam universe IndoPremier selaku dealer partisipan.

Menurutnya, saat ini Indo Premier Sekuritas memiliki produk ETF yang bersifat aktif, indeks, dan tematik seperti syariah ataupun yang menerapkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG).

Lebih lanjut, Raditya menyampaikan bahwa prospek ETF di Indonesia mengalami pertumbuhan yang positif di mana dana kelolaan ETF yang semula tercatat sebesar Rp6,4 triliun pada 2016, mengalami pertumbuhan signifikan hingga 114 persen ke Rp14,89 triliun per Agustus 2021.

“Ini membuktikan bahwa investor di Indonesia semakin memahami investasi,” katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana etf Exchange Traded Funds
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top