Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Suku Bunga BI Tetap, IHSG Kembali Ditutup Lesu

IHSG ditutup turun 0,26 persen atau 15,56 poin menjadi 6.060,76. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 5.996,41-6.608,79.
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (21/9/2021), meskipun Bank Indonesia memertahankan suku bunga sesuai ekspektasi pasar.

IHSG ditutup turun 0,26 persen atau 15,56 poin menjadi 6.060,76. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 5.996,41-6.608,79.

Tercatat 229 saham naik, 284 saham turun, dan 146 saham stagnan. Total transaksi jelang penutupan Rp10,11 triliun, dengan aksi jual bersih investor asing Rp201,09 moliar.

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang menjelaskan pelemahan IHSG pada awal pekan ini menyusul terjadinya kombinasi tekanan jual yang cukup besar di Bursa Wall Street dipicu ketakutan akan "snow ball effect" potensi keruntuhan Evergrande China.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun tajam sebesar 2,19 persen atau persentase penurunan terbesar sejak Juli 2021. Sementara itu, EIDO juga turun 1,18 persen dan beberapa harga komoditas melemah seperti minyak turun 2,25 persen, CPO turun 1,66 persen, dan nikel turun 2,26 persen.

Saat ini, investor masih menunggu Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dan mencermati arah kebijakan moneter dari Bank Sentral AS (Federal Reserve) melalui rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dimulai hari ini hingga besok.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7 days reserve repo rate (BI-7DRR) di level 3,50 persen. Keputusan ditetapkan sebagai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang terselenggara pada 20-21 September 2021.

Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan bank sentral juga pertahankan suku bunga deposit facility sebesar 2,75 persen dan suku bunga lending facility sebesar 4,25 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper