Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jaya Ancol (PJAA) Raih Fasilitas Kredit Rp900 Miliar dari Bank DKI

Alasan dilakukannya transaksi ini adalah kerja sama yang dapat menunjang operasional Pembangunan Jaya Ancol.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 17 September 2021  |  19:59 WIB
Foto udara wahana permainan di Dufan, Ancol, Jakarta, Sabtu (20/6/2020). Setelah ditutup selama dua bulan akibat pandemi COVID-19, kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol kembali dibuka untuk umum dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. ANTARA FOTO - Nova Wahyudi
Foto udara wahana permainan di Dufan, Ancol, Jakarta, Sabtu (20/6/2020). Setelah ditutup selama dua bulan akibat pandemi COVID-19, kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol kembali dibuka untuk umum dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. ANTARA FOTO - Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) mengantongi fasilitas kredit senilai Rp900 miliar dari PT Bank DKI.

Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali mengatakan, penandatanganan fasilitas kredit untuk operasional perseroan dilakukan pada 17 September 2021. Adapun PJAA dan Bank DKI memiliki pemegang saham mayoritas yang sama sehingga transaksi ini masuk kategori transaksi afiliasi. 

"Pertimbangan dan alasan dilakukannya transaksi ini adalah kerja sama yang dapat menunjang operasional Pembangunan Jaya Ancol,” jelas dia dalam keterangan resmi, Jumat (17/9/2021).

Sepanjang semester pertama tahun ini, PJAA mencatat pengunjung di pintu gerbang utama menurun 57 persen menjadi 1,6 juta orang dibandingkan dengan semester awal tahun lalu yang mencapai 2,83 juta pengunjung.

Tahun lalu, perseroan masih ditolong pengunjung pada Januari-Februari 2020 yang masih belum terdampak pandemi Covid-19.

Pendapatan perseroan juga anjlok 17 persen per 30 Juni 2021 ini menjadi Rp210,87 miliar turun dibandingkan dengan Rp254,21 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun, rugi bersih perseroan malah terpangkas menjadi rugi Rp94,86 miliar atau naik 35 persen dibandingkan dengan rugi Rp146,37 miliar pada semester pertama tahun lalu.

Posisi liabilitas perseroan meningkat 8 persen menjadi Rp2,46 triliun per 30 Juni 2021 ini dibandingkan dengan Rp2,28 triliun per akhir tahun lalu. Peningkatan ini karena perseroan mengeluarkan obligasi pada kuartal I/2021 lalu.

Di sisi lain, total aset perseroan naik 2 persen menjadi Rp4,12 triliun dari Rp4,04 triliun. Adapun, ekuitas PJAA menurun 6 persen menjadi Rp1,66 triliun dari Rp1,76 triliun sebagai dampak lanjutan dari pandemi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pinjaman pembangunan jaya ancol bank dki
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top