Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gudang Garam (GGRM) Kembali Suntik Rp1 Triliun untuk Bandara Kediri

Suntikan dana oleh GGRM ini membuat modal ditempatkan dan disetor SDHI yang semula Rp5 triliun bertambah menjadi Rp6 triliun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 17 September 2021  |  19:27 WIB
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi (kiri) dan Direktur PT Gudang Garam Tbk. Istata T. Siddharta menandatangani nota kesepahaman rencana kerja sama pengusahaan Bandara Dhoho Kediri di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Pada tahap awal, Bandara Dhoho Kediri direncanakan akan dibangun seluas 13.558 meter persegi dari luas total lahan bandara hampir 400 hektar dengan dimensi runway 2400 meter x 45 meter untuk kapasitas 1,5 Juta penumpang per tahun. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi (kiri) dan Direktur PT Gudang Garam Tbk. Istata T. Siddharta menandatangani nota kesepahaman rencana kerja sama pengusahaan Bandara Dhoho Kediri di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Pada tahap awal, Bandara Dhoho Kediri direncanakan akan dibangun seluas 13.558 meter persegi dari luas total lahan bandara hampir 400 hektar dengan dimensi runway 2400 meter x 45 meter untuk kapasitas 1,5 Juta penumpang per tahun. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. kembali menyuntikkan likuiditas ke PT Surya Dhoho Investama (SDHI) untuk mendukung pembangunan Bandar Udara Terpadu di Kediri.

Transaksi ini termasuk transaksi afiliasi karena SDHI merupakan perusahaan terkendali dan afiliasi dari emiten dengan kode saham GGRM tersebut. GGRM memiliki secara langsung 99,99 persen saham di SDHI.

Sekretaris Perusahaan Gudang Garam Heru Budiman menjelaskan transaksi ini dilakukan perseroan dengan membeli sebanyak 1 juta saham baru yang diterbitkan oleh PT SDHI.

“Dengan penyetoran tambahan modal oleh perseroan sebesar Rp1 triliun, sehingga modal ditempatkan dan modal disetor SDHI yang semula Rp5 triliun bertambah menjadi Rp6 triliun,” tulis Heru dalam keterbukaan informasi, Jumat (17/9/2021).

Adapun hal ini sebagaimana dinyatakan dalam Keputusan di Luar Rapat Umum pemegang Saham (Keputusan Sirkuler) SDHI tertanggal 17 September 2021 yang akan dituangkan dalam Akta Perubahan Anggaran Dasar SDHI.

Heru melanjutkan, penyetoran modal ditempatkan dan modal disetor ini akan dilakukan GGRM secara bertahap dengan penyetoran awal Rp100 miliar pada 20 September 2021 dan sisanya akan disetor bertahap hingga paling lambat Desember 2021.

Transaksi afiliasi ini dilakukan untuk mendukung kelanjutan proses pembangunan Bandar Udara Terpadu di Kediri, Jawa Timur, yang akan dibangun GGRM melalui SDHI.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gudang garam suntik modal bandara kediri
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top