Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Yakin Kinerja 2021 Tumbuh, Sido Muncul (SIDO) Siapkan Produk Baru

Pada semester II/2021, SIDO akan meluncurkan empat produk baru yang meliputi segmen herbal dan suplemen serta food and beverages.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 09 September 2021  |  17:09 WIB
Sachet bubuk minuman energi Kuku Bima Energ-G, produksi PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO). Bloomberg - Dimas Ardian
Sachet bubuk minuman energi Kuku Bima Energ-G, produksi PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO). Bloomberg - Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA – Berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja pada semester I/2021, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) meramu sejumlah strategi agar terus berkembang dengan memanfaatkan katalis positif Covid-19.

Kenaikan pada penjualan bersih ditambah biaya manajemen yang solid mendorong pertumbuhan laba bersih setelah pajak sebesar 21 persen atau menjadi Rp502,00 miliar pada semester I/2021, dari sebelumnya Rp413,79 miliar.

Sementara itu, kinerja penjualan tumbuh sebesar 13 persen menjadi Rp1,65 triliun dari periode yang sama tahun sebesar Rp1,5 triliun.

Direktur Keuangan Sido Muncul Leonard menyatakan pandemi Covid-19 memberikan katalis positif bagi perseroan lantaran gaya hidup sehat menjadi hal yang utama saat ini dan kemudian menggenjot kinerja perseroan.

“Untuk menghadapi situasi yang dinamis saat ini, manajemen dan tim sudah bergerak lebih cepat dan disiplin dalam mengeksekusi strategi kami,” ungkap Leonard dalam acara public expose SIDO, Kamis (9/9/2021).

Seperti yang terdahulu, bisnis Sido Muncul berfokus pada pasar domestik. Leonard mengungkapkan selama lonjakan kasus varian delta Covid-19 terjadi di Indonesia, permintaan pasar domestik untuk produk-produk herbal dan suplemen mengalami lonjakan signifikan.

Oleh karena itu, Leonard menyebutkan bahwa perseroan menangkap kesempatan itu dengan menyediakan berbagai produk-produk kesehatan dan suplemen. Menurutnya hal tersebut adalah salah satu inisiatif perseroan untuk meningkatkan brand awareness.

Selanjutnya, SIDO juga mencoba melebarkan bisnis dengan cara diversifikasi produk sebagai salah satu pemain utama di industri consumer health di Indonesia.

Pada semester I/2021, Leonard mengungkapkan SIDO telah meluncurkan 9 produk baru. Tidak hanya itu, perseroan juga memperluas jaringan outlet hingga mencapai 125.000 pedagang besar grosir dan ritel.

“Kita memastikan ketersediaan dan akses konsumen untuk memperoleh produk Sido Muncul di seluruh Indonesia supaya dapat dijangkau lebih mudah,” katanya.

Pada semester II/2021 perseroan akan meluncurkan empat produk baru yang meliputi segmen herbal dan suplemen serta food and beverages.

Leonard juga menyebutkan bahwa perseroan akan melakukan transformasi digital setelah penjualan online mengalami pertumbuhan 11 kali lipat pada tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menurutnya semakin banyak konsumen Indonesia yang telah terbiasa dengan berbelanja kebutuhan sehari-hari via online. Perseroan katanya telah bekerja sama dengan lebih dari 20 e-commerce dan marketplace di Indonesia.

Guna mendukung keberlangsungan dan keberlanjutan usaha, perseroan ujar Leonard tetap melakukan pengembangan bisnis atau business improvement dengan melakukan investasi pada energi terbarukan, melakukan pemasangan solar panel di area pabrik dan membangun green house.

Dari segi penjualan ekspor, tahun ini perseroan masih mempertahankan momentum pemulihan dan menjadikan Nigeria dan Malaysia sebagai kontributor utama. Leonard menyebutkan, alih-alih melakukan ekspansi ke negara lain, SIDO memilih untuk tetap fokus pada dua negara tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten jamu sido muncul
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top