Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tambah Kapasitas, Bukit Asam (PTBA) Kejar Angkutan Batu Bara 32 Juta Ton Sepanjang 2021

Untuk memacu target, PTBA tengah bekerja sama dengan PT KAI guna melakukan upgrade jalur kereta api dan pelabuhan eksisting di Tanjung Enim ke Kertapati.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 06 September 2021  |  21:05 WIB
Tambah Kapasitas, Bukit Asam (PTBA) Kejar Angkutan Batu Bara 32 Juta Ton Sepanjang 2021
Proses mobilisasi batu bara dari ketinggian 15 meter - 20 meter di Anjungan Tambang Air Laya yang disediakan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) - Tim Jelajah Komoditas Bisnis Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten tambang batu bara PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) telah menambahkan target kapasitas angkutan batu bara tahun ini, diharapkan kapasitasnya bisa mencapai 32 juta ton.

Saat ini, PTBA tengah bekerja sama dengan PT KAI guna melakukan upgrade jalur kereta api dan pelabuhan eksisting di Tanjung Enim ke Kertapati. Sampai dengan 2020 kapasitasnya masih 5 juta ton per tahun. Pada kuartal akhir tahun ini, PTBA menargetkan untuk menambah kapasitas menjadi 7 juta ton per tahun.

Selanjutnya, PTBA juga tengah merombak jalur kereta api dan pelabuhan dari Tanjung Enim ke Tarahan 1. Kapasitasnya pada kuartal II/2021 sudah mencapai 25 juta ton.

Selanjutnya, ada proyek Tanjung Enim ke pelabuhan Kramasan dengan kapasitas angkut 20 juta ton/tahun, beserta fasilitas dermaga baru Kramasan yang dibangun oleh PT KAI.

“Ini direncanakan akan beroperasi pada tahun 2024. Di samping itu kapasitas angkut 5 juta ton per tahun telah berhasil dioperasikan pada Dermaga Kertapati sejak kuartal I/2020 dan akan ditingkatkan menjadi kapasitas 7 juta Ton pada kuartal IV/2021,” kata Direktur Pengembangan Usaha PTBA Fuad Fachroeddin pada paparan publik, Senin (6/9/2021).

Kemudian, untuk mendukung kerja sama pasokan batu bara jangka panjang ke PT PLN, dilakukan juga pengembangan angkutan batu bara ke arah Perajen sebagai pengganti pengembangan angkutan batu bara ke Tarahan-2 dengan kapasitas angkut 20 juta ton per tahun.

“Rencananya fasilitas ini bisa mulai beroperasi pada kuartal III/2026,” imbuhnya.

Dengan seluruh tambahan ini, diharapkan tahun ini PTBA bisa menambah kapasitas angkutan batu bara menjadi total 32 juta ton per tahun, dan menjadi 72 juta ton per tahun pada 2026 mendatang.

Pada semester I-2021 total produksi batu bara PTBA mencapai 13,3 juta ton dengan penjualan sebanyak 12,9 juta ton. Perseroan menargetkan kenaikan volume produksi batu bara dari 25 juta ton pada 2020 menjadi 30 juta ton pada 2021.

Adapun, Fuad menjelaskan target angkutan batu bara 32 juta ton didapat selisih 2 juta dari rencana perusahaan untuk meningkatkan kapasitas angkutan pada kuartal IV/2021 menjadi 7 juta ton per tahun.

“Hal ini mendukung rencana produksi dan penjualan di tahun 2021 yang Insya Allah kita akan targetkan di atas RKAP 2021," ujar Fuad. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bukit asam Kinerja Emiten
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top