Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hanya 6 Bulan, Penjualan Mi Instan Indofood CBP Tembus Rp20 Triliun

Bisnis mi instan kian subur saat pandemi. Hanya dalam 6 bulan, penjualan mi instan Indofood CBP Sukses Makmur tembus Rp20 triliun.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 04 September 2021  |  13:23 WIB
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. - indofood.com
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. - indofood.com

Bisnis.com, JAKARTA - Mi instan hangat paling enak dikonsumsi saat hujan. Tahukah Anda, bahwa penjualan mi instan perusahaan Indofood CBP Sukses Makmur menembus Rp20,22 triliun selama enam bulan 2021. 

Makanan instan dan cepat saji ini banyak diminati oleh anak muda dan saat berkumpul bersama keluarga. Sebab cara memasak yang mudah dan rasanya yang cocok di lidah orang Indonesia.

Permintaan mi instan mengalami kenaikan selama pandemi. Hal tersebut bisa dilihat dari meningkatnya penjualan mi instan Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) dari posisi Rp15,49 triliun pada semester I/2020, naik Rp4,47 triliun atau tumbuh 30,5 persen menjadi Rp20,22 triliun pada semester I/2021.

Adapun produk mi instan yang dijual oleh Indofood CBP Sukses Makmur adalah Indomie, Supermi, Sarimi, Pop Mie, Sakura dan Mi Telur Cap 3 Ayam.

Perusahaan consumer goods milik Grup Salim ini juga telah menjual mi instan hingga ke Australia, Irak, Papua Nugini, Hong Kong, Timor Leste, Yordania, Arab Saudi, Amerika Serikat, Selandia Baru, Taiwan dan Negara-negara lain di Eropa, Afrika, Timur Tengah dan Asia. Namun, mayoritas penjualan masih di Indonesia.

penjualan indomie indofood icbp

Sebagai informasi, nilai penjualan Indofood CBP Sukses Makmur mencapai Rp28,19 triliun selama semester I/2021. Penopang utama penjualannya adalah divisi mi instan senilai Rp20,22 triliun.

Lalu disusul oleh divisi susu senilai Rp4,55 triliun,  makanan ringan Rp1,64 triliun, penyedap rasa Rp1,63 triliun, minuman Rp672,21 miliar dan makanan khusus Rp494,12 miliar.

Direktur Utama dan CEO ICBP Anthoni Salim menyampaikan laba usaha perusahaan tumbuh 36 persen pada kuartal I/2021 menjadi Rp3,82 triliun dari sebelumnya Rp2,8 triliun. Marjin laba usaha naik menjadi 25,3 persen dari sebelumnya 23,3 persen.

"Dengan tidak memperhitungkan akun non-recurring dan selisih kurs, laba inti yang mencerminkan kinerja operasional naik 54 persen yoy menjadi Rp2,41 triliun dari sebelumnya Rp1,57 triliun," paparnya dalam siaran pers, Rabu (30/6/2021). 

ICBP merupakan salah satu produsen konsumen bermerek dengan kegiatan usaha terdiversifikasi, seperti mi instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, serta minuman. ICBP juga menjalankan kegiatan usaha kemasan untuk produk perusahaan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indofood icbp indomie
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top