Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Strategi UNVR hingga Uji Coba Pemerataan Kekayaan China

Sejumlah topik di Bisnisindonesia.id mulai dari strategi Unilever hingga uji coba pemerataan kekayaan di China menjadi dua dari lima pilihan yang patut Anda baca lebih lengkap.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 02 September 2021  |  14:56 WIB
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (24/6/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (24/6/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis, JAKARTA— Tekanan terhadap tingkat konsumsi akibat melemahnya ekonomi tak menjadi hambatan bagi perusahaan termasuk PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang tetap memacu kinerja selama pandemi Covid-19. Artikel tersebut merupakan satu di antara lima artikel pilihan editor di Bisnisindonesia.id. Simak seluruh pilihan lengkapnya.

Selain ulasan strategi Unilever mengerek kinerja, terdapat kinerja sejumlah sektor seperti pembiayaan dan properti yang masih lesu akibat pandemi. Menariknya, selain dua sektor tersebut, pasar saham justru tengah menanti aksi korporasi salah satu emiten berkapitalisasi jumbo di Tanah Air yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang bakal menerbitkan saham baru guna membentuk holding BUMN ultramikro. 

1. Siasat Unilever Indonesia (UNVR) Memacu Bisnis di Era Pandemi

Unilever, emiten di bidang konsumer membeberkan lima strategi bisnis yang dicanangkan agar kinerja terjaga di era pandemi. Kelima strategi tersebut yakni menggerakkan penetrasi serta menstimulasi konsumsi, ekspansi ke segmen premium dan value segment, memimpin di jalur penjualan kini dan masa depan, digitalisasi, dan memimpin dalam sustainability.

Posisinya yang kokoh sebagai pemimpin pasar bisnis konsumer dengan 43 jenama menumbuhkan optimisme di mata perusahaan. Dengan demikian, perusahaan optimistis bisa mendorong pertumbuhan pasar dan konsumsi di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi.

2. Prospek Legit Saham BBRI Menyambut Holding UMI

Rencana rights issue PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dalam misi pembentukan holding BUMN ultramikro ternyata menjadi daya pikat tambahan bagi salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di lantai bursa itu. 

Berdasarkan prospek yang diterbitkan emiten berkode saham BBRI itu, pelaksanaan rights issue di level Rp3.400 per saham dengan total saham baru hingga 28,68 saham. Kendati jumlah dana yang ingin dikumpulkan tergolong jumbo, sejumlah analis menyebut bahwa investor tetap antusias mengikuti aksi korporasi bank pelat merah itu. 

 

3. Gagal Bayar Masih Bayangi Kinerja Industri Pembiayaan

Dampak tekanan ekonomi dari pandemi Covid-19 ternyata masih terasa pada kemampuan bayar nasabah yang berpotensi menghambat kinerja industri pembiayaan.

Pelaku pembiayaan disarankan untuk bersifat konservatif dalam menyalurkan pembiayaan untuk menekan risiko pembiayaan bermasalah. Alasannya, nasabah yang ada saat ini masih mencerminkan risiko yang tinggi sehingga perlu menjadi perhatian pelaku usaha.

Dari data Pemeringkat Efek Indonesia Biro Kredit, nasabah dengan risiko tinggi dan sangat tinggi mencapai 69,9 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi pada awal pandemi yang hanya mencapai 45,5 persen.

4. Developer Kondominium Tunda Proyek, Penjualan Tumbuh Tipis

Kendati pemerintah berupaya mengatasi pandemi, hal itu belum menjadi sentimen bagi bisnis kondominium di Tanah Air. Hal itu tecermin pada langkah sejumlah pengembang yang memilih untuk memukul mundur rencana peluncuran proyek baru.

Berdasarkan hasil penelitian konsultan Leads Property Services Indonesia, banyak unit yang tidak terjual di pasar sehingga menahan langkah pengembang membangun proyek baru.

Penawaran kumulatif keseluruhan pasar kondominium mencapai 256.394 unit atau stagnan dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama pada tahun lalu.  

5. Alasan Zhejiang Jadi Uji Coba 'Kemakmuran Bersama' Xi Jinping

Pemilihan Provinsi Zhejiang sebagai lokasi uji coba kampanye kemakmuran bersama oleh Presiden Xi Jinping menarik perhatian. Provinsi yang masuk dalam radar wilayah terkaya di China itu menjadi sorotan pemerintah China dengan kebijakan barunya. Kelompok usaha terkenal seperti Alibaba dan Zhejiang dikenal mendiami wilayah tersebut.

Sebagai gambaran, empat dari 10 orang terkaya di China menjadikan ibu kota Zhejiang, Hangzhou, sebagai basis usaha. Sektor swasta menyumbang 66 persen produk domestik bruto provinsi dan 60 persen PDB nasional.

Sayangnya, kondisi itu diwarnai ketimpangan. Pada akhir 2020, penduduk perkotaan di Zhejiang rata-rata berpenghasilan dua kali lipat dibandingkan dengan masyarakat perdesaan. Ambisi kemakmuran bersama membuat pemerintah ingin menekan angka tersebut menjadi 1,9 kali dalam 5 tahun dan memilih provinsi tersebut sebagai uji coba. 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan BUMN china unilever kondominium OJK bbri bank bri unvr Covid-19
Editor : Duwi Setiya Ariyanti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top