Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Energi Mega (ENRG) Targetkan Blok Buzi Beroperasi Komersial 2022

Saat ini blok Buzi masih dalam tahap penyelesaian drilling kedua yang kemudian akan dilanjutkan dengan sertifikasi dan pembangunan fasilitas.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 30 Agustus 2021  |  21:43 WIB
Energi Mega (ENRG) Targetkan Blok Buzi Beroperasi Komersial 2022
Salah satu lokasi aktivitas bisnis PT Energi Mega Persada Tbk - Energi/mp.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten migas Grup Bakrie PT Energi Mega Persada Tbk. memperkirakan blok Buzi di Mozambik dapat beroperasi komersial pada 2022 atau 2023.

Direktur EMP Edoardus Ardianto mengatakan saat ini blok Buzi masih dalam tahap penyelesaian drilling kedua yang kemudian akan dilanjutkan dengan sertifikasi dan pembangunan fasilitas.

“Jadi kami harapkan ini bisa beroperasi secara komersial pada 2022 dan 2023,” kata Edoardus dalam paparan publik, Senin (30/8/2021).

Adapun, emiten dengan kode saham ENRG in melalui anak usahanya yaitu Buzi Hydrocarbons Pte. Ltd. memiliki 75 persen saham di blok Buzi EPCC. Sisa 25 persen saham lainnya dimiliki oleh Empresa Nacional de Hidrocarbonetos (ENH) yang merupakan perusahaan negara Mozambik.

Saat ini, ENRG tengah melanjutkan drilling sumur kedua di blok Buzi tersebut. Harapannya, kegiatan eksplorasi dan pengembangan di blok-blok eksisting perseroan dapat berkontribusi terhadap total produksi pada tahun-tahun mendatang.

Di dalam negeri, ENRG juga masih dalam proses untuk mengakuisisi 100 persen kepemilikan di PT Energi Maju Abadi (EMA) lewat Perjanjian Jual Beli Bersyarat. 

“EMA merupakan pemilik 49 persen participating interest di blok Sengkang di Sulawesi Selatan. Sisa 51 persen participating interest di Sengkang dimiliki oleh Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd.,” kata Edoardus.

Dia mengatakan transaksi tersebut akan menjadi efektif setelah disetujui pemerintah. Adapun, kontrak kerja sama berlaku hingga 2042 dengan luas area 2.925,23 kilometer persegi.

Blok Sengkang memiliki sekitar 420 miliar kaki kubik gas dalam bentuk cadangan. Saat ini blok Sengkang memproduksi 40 juta kaki kubik gas per hari ke beberapa proyek pembangkit listrik di Sulawesi Selatan seperti PT Energy Sengkang, PLN, dan Pertamina Jargas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi mega persada Grup Bakrie
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top