Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News Bisnisindonesia.id:GIAA Siapkan Bisnis Baru hingga Porang Jadi Primadona Ekspor

Menteri BUMN Erick Thohir merombak jajaran direksi dan komisaris GIAA dan dia juga mendorong perseroan menyiapkan bisnis baru menjadi salah satu berita pilihan editor Bisnisindonesia.id hari ini.
Febrina Ratna Iskana
Febrina Ratna Iskana - Bisnis.com 14 Agustus 2021  |  08:28 WIB
Top 5 News Bisnisindonesia.id:GIAA Siapkan Bisnis Baru hingga Porang Jadi Primadona Ekspor
rnrnDokumentasi. Pekerja melakukan pengecekan akhir livery masker pesawat yang terpilih sebagai pemenang, sebelum peluncuran pesawat Garuda Indonesia Boing 737-800 NG bercorak khusus yang menampilkan visual masker bertema "Indonesia Pride" pada bagian moncong pesawat di Hanggar GMF AeroAsia Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. - ANTARA
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Upaya penyelamatan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. terus berlanjut. Menteri BUMN Erick Thohir pun mendorong transformasi maskapai penerbangan tersebut.

Salah satunya dengan merombak jajaran direksi dan komisaris Garuda. Selain itu, dia mendorong manajemen perseroan yang baru untuk menyiapkan rencana bisnis baru bagi maskapai tersebut.

Kabar tentang rencana bisnis baru GIAA menjadi salah satu berita pilihan editor Bisnisindonesia.id. Selain berita bursa, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari redaksi Bisnisindonesia.id.

Berikut intisari dari setiap berita pilihan:

  1. Bank Dituding Selektif, Tapi KPR Dominasi Pembelian Properti

Kalangan pengembang menuding para bankir terlalu selektif dalam memberikan persetujuan KPR. Keluhan tersebut diungkapkan oleh Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta Ketua Arvin F. Iskandar.

Dia mengutarakan pelaku real estat berharap agar para pemangku kepentingan khususnya perbankan tahu persis kesulitan yang dihadapi kalangan pengembang pada saat ini. Pasalnya, laporan penolakan pengajuan KPR dan KPA masih sangat tinggi.

Namun, di tengah keluhan asosiasi pengembang atas sikap sangat selektif perbankan pada masa pandemi Covid-19, pembelian properti sepanjang kuartal II/2021 sebagian besar masih dibiayai fasilitas KPR.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pembelian properti sepanjang kuartal II/2021 sebagian besar masih dibiayai fasilitas KPR. Hasil Survei Harga Properti Residensial Primer BI yang dipublikasikan pada Jumat (13/8/2021) menyebut sekitar 75,08% pembelian residensial memanfaatkan KPR, sedangkan 16,89% lainnya dengan tunai bertahap, dan tunai sebanyak 8,04%.

Baca selengkapnya: https://bisnisindonesia.id/article/bank-dituding-selektif-tapi-kpr-dominasi-pembelian-properti

2. Porang, Primadona Ekspor Baru Pencetak Devisa Hampir Rp 1 Triliun

Porang kini menjadi primadona ekspor komoditas pertanian Indonesia. Nilai ekspor porang ke sejumlah negara tujuan mencakup China, Thailand, Taiwan, Vietnam, Myanmar, dan Jepang pada 2020 menghasilkan devisa hingga Rp923,6 miliar.

Tidak berlebihan jika Presiden Joko Widodo menjadikan porang sebagai komoditas andalan baru di Indonesia. Khususnya dalam rangka diversifikasi ekspor.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan kementeriannya bersama dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha terus memperbaiki budi daya porang dan meningkatkan nilai tambah komoditas itu lewat pengolahan.

Baca selengkapnya: https://bisnisindonesia.id/article/porang-primadona-ekspor-baru-pencetak-devisa-hampir-rp1-triliun

3. Jajaran Manajemen Berubah, GIAA Siapkan Rencana Bisnis Baru

Menteri BUMN Erick Thohir telah merombak direksi dan komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Saat ini manajemen yang baru memiliki pekerjaan rumah untuk merampungkan rencana bisnis untuk menyelamatkan maskapai penerbangan tersebut.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan tengah menyiapkan rencana usaha (business plan) bersama dengan sejumlah advisor yang telah ditunjuk perusahaan.

Selain itu, Irfan menyampaikan bahwa upaya menuju pemulihan kinerja akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya. Meski demikian, Irfan optimistis langkah transformasi kinerja merupakan sebuah keniscayaan yang akan terus diakselerasikan secara berkesinambungan di tengah tantangan fundamental dari kondisi pandemi Covid-19.

Baca selengkapnya: https://bisnisindonesia.id/article/jajaran-manajemen-berubah-giaa-siapkan-rencana-bisnis-baru

Pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wali Barokah di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (16/5/2019). Pembangunan PLTS senilai Rp10 miliar dengan panel surya seluas 41 meter x 40 meter tersebut mampu menghasilkan listrik 220.000 Watt per hari. - Antara/Prasetia Fauzani


4. Listrik PLTS Atap Makin Memikat Pelanggan PLN

Pemerintah terus berusaha untuk menaikkan porsi energi baru dan terbarukan (EBT) pada bauran energi, khususnya pada pengembangan energi surya. Hal itu karena biaya investasinya yang semakin kompetitif, semakin murah, waktu pelaksanaannya bisa lebih cepat, dan memiliki sumber yang cukup banyak.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun mencatat adanya kenaikan pelanggan yang menggunakan PLTS atap selama 2018 sampai dengan 2021 cukup pesat. Sampai dengan 2021, tercatat ada 4.000 pelanggan PLN yang menggunakan PLTS atap.

Jumlahnya meningkat 1.000 persen dibandingkan dengan awal 2018 di mana hanya 350 pelanggan yang memasang. Hal itu menandakan minat investasi pada PLTS atap dalam tiga tahun terakhir cukup tinggi.

Baca selengkapnya: https://bisnisindonesia.id/article/listrik-plts-atap-makin-memikat-pelanggan-pln

5. Perbankan Syariah Ikut Berpacu Dalam Persaingan Digital

Upaya transformasi layanan menuju era digital tidak saja menjadi fokus kalangan perbankan konvensional, tetapi juga perbankan syariah. Masuknya beberapa anggota bank digital berbasis layanan syariah pun diperkirakan bakal makin meramaikan peta persaingan di industri ini.

Sejumlah bank syariah pun tengah menyiapkan super app. Upaya tersebut diharapkan dapat memacu pengembangan bisnis digital pada tahun ini.

Direktur Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah Institute Pertanian Bogor (CIEST-IPB) Irfan Syauqi Beik menilai potensi pasar digital bank syariah Tanah Air sangat besar. Terlebih, 52% komposisi penduduk nasional merupakan generasi milenial dan generasi Z yang penggunaan teknologi digitalnya kuat.

Baca selengkapnya:
https://bisnisindonesia.id/article/perbankan-syariah-ikut-berpacu-dalam-persaingan-digital

Selamat membaca!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor bank syariah properti kpr Garuda Indonesia plts Bank Digital
Editor : Febrina Ratna Iskana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top