Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mengekor Penguatan Bursa Eropa, Wall Street Bergerak ke Zona Hijau

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,24 persen ke level 35.578,20, sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,12 persen ke 4.466,02 dan Nasdaq 100 menguat 0,13 persen ke 15.109,34.
Seorang pelaku pasar tengah memantau pergerakan harga saham di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, Amerika Serikat./Bloomberg
Seorang pelaku pasar tengah memantau pergerakan harga saham di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, Amerika Serikat./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat bergerak menguat pada awal perdagangan Jumat (13/8/2021), melanjutkan penguatan di hari keempat berturut-turut. di tengah musim laporan pendapatan dan pemulihan ekonomi.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,24 persen ke level 35.578,20, sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,12 persen ke 4.466,02 dan Nasdaq 100 menguat 0,13 persen ke 15.109,34.

Penguatan sektor layanan komunikasi dan perawatan kesehatan memimpin indeks S&P 500, yang menguat hampir dua kali lipat dari level terendah pada Maret 2020.

Saham Walt Disney Co. menguat setelah melaporkan kinerja kuartal II/2021 yang yang lebih baik dari perkiraan.

Wall Street mengekor penguatan indeks Stoxx 600 Eropa yang bersiap untuk rekor penutupan ke-10 berturut-turut, dan indeks CAC 40 Prancis yang mendekati level tertinggi dalam lebih dari dua dekade terakhir.

Eropa dan AS telah mendorong tingkat vaksinasi, sehingga menarik minat investor karena perjalanan dan pembukaan perekonomian menjadi semakin cepat. Investor menanamkan US$1,5 miliar ke ekuitas Eropa minggu ini, yang terbesar dalam dua bulan terakhir.

Seiring dengan gelombang kinerja emiten yang, sejumlah analis memperkirakan rebound akan berlanjut seiring dengan kebangkitan perekonomian dari pandemi virus corona.

“Sangat sulit untuk menahan orang, atau membuat orang kembali dalam lockdown,” ungkap kepala ekuitas Wells Fargo Asset Management Ann Miletti, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (13/8/2021).

Miletti mengatakan adanya permintaan investor terpendam, namun juga memperingatkan risiko koreksi ekuitas setelah periode tenang yang berkepanjangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper