Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IPO Pengelola Rumah Sakit: Kedoya Adyaraya Lepas 20 Persen Saham

Kedoya Adyaraya berdiri pada 1990 dan mendirikan rumah sakit pertamanya yaitu RS Grha Kedoya, bertempat di Jalan Panjang Arteri, Kebon Jeruk, Jakarta pada 2009.
Rumah sakit Grha Kedoya/Perusahaan
Rumah sakit Grha Kedoya/Perusahaan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia akan kedatangan lagi satu calon emiten rumah sakit. Kali ini, pengelola RS Grha Kedoya, PT Kedoya Adyaraya Tbk. akan melepas hingga 20 persen saham pada aksi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Kedoya Adyaraya menawarkan 185,94 juta saham pada rentang harga Rp1.500-Rp1.750 per saham. Alhasil, perseroan berpotensi meraih dana segar hasil IPO sekitar Rp278,91 miliar hingga Rp325,39 miliar.

"Sebanyak 14 persen hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan RS Grha Kedoya, dan sekitar 45 persen untuk pinjaman ke PT Sinar Medika Sejahtera untuk pelunasan pinjaman,” tulis manajemen dalam prospektus, Kamis (12/8/2021).

Kedoya Adyaraya juga akan menyerap 3 persen emisi IPO untuk pengembangan teknologi informasi terkini di RS Grha MM2100 yang rencananya akan dimulai pada 2022. Selanjutnya, sebanyak 11 persen dana IPO akan digunakan untuk modal kerja dalam hal menjaga arus kas.

PT Buana Capital Sekuritas menjadi penjamin emisi IPO Kedoya Adyaraya. Perseroan menggelar masa penawaran awal pada 12-24 Agustus 2021. Lalu, tanggal efektif IPO ditargetkan pada 31 Agustus 2021.

Perseroan akan menggelar penawaran umum pada 2-6 September 2021, penjatahan pada 6 September 2021, dan distribusi saham secara elektronik pada 7 September 2021. Alhasil, pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan 8 September 2021.

Kedoya Adyaraya berdiri pada 1990 dan mendirikan rumah sakit pertamanya yaitu RS Grha Kedoya, bertempat di Jalan Panjang Arteri, Kebon Jeruk, Jakarta pada 2009.

Pada 2018, perseroan mengakuisisi rumah sakit RS Grha MM2100 yang berada di Kawasan Industri MM2100, Cibitung Bekasi.

RS Grha Kedoya dioperasikan langsung oleh perseroan, merupakan rumah sakit umum swasta tipe B yang memperkerjakan sebanyak 26 dokter umum, 8 dokter gigi dan 127 dokter spesialis.

Sementara RS Grha MM2100 dioperasikan perseroan melalui anak usaha PT Sinar Medika Sejahtera, merupakan rumah sakit umum swasta tipe C yang memperkerjakan sebanyak 9 dokter umum, 2 dokter gigi dan 28 dokter spesialis.

Manajemen menjelaskan, kedua rumah sakit perseroan sudah memperoleh akreditasi nasional dari KARS Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan khusus untuk RS Grha Kedoya telah memperoleh Akreditasi JCI, yaitu standar akreditasi mutu dan pelayanan rumah sakit internasional.

Sebagai informasi, BEI baru saham kedatangan emiten rumah sakit yakni PT Bundamedik Tbk. (BMHS) pada Juli lalu. Pengelola RS Bunda ini meraih dana segar Rp231,88 miliar dengan melepas 7,93 persen saham ke publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper