Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia: Makin Banyak Pelaku Industri Masuk

Optimismenya para pelaku industri akan terus memanfaatkan pasar modal untuk memenuhi kebutuhan pendanaan.
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar modal Indonesia yang semakin berkembang dipastikan akan menjadi sumber pencarian dana pelaku industri pada tahun-tahun mendatang.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Bidang Perindustrian Bobby Gafur Umar mengungkapkan optimismenya para pelaku industri akan terus memanfaatkan pasar modal untuk memenuhi kebutuhan pendanaan.

"Dari sisi pelaku industri dapat memanfaatkan pasar modal sebagai dukungan pendanaan. Situasi krisis Covid-19 ini, pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 7,07 persen di kuartal II/2021 dan banyak dikontribusi oleh sektor manufaktur," jelasnya kepada Bisnis, Senin (9/8/2021).

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) dan Komisaris Bakrie & Brothers ini meyakini dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat, para pelaku industri akan memanfaatkan pasar modal untuk memenuhi kebutuhan pendanaannya.

Hingga 9 Agustus 2021, sudah ada 740 perusahaan tercatat dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp7.481 triliun.

Sepanjang tahun berjalan 2021, BEI kedatangan 28 emiten anyar, termasuk salah satunya perusahaan unikorn PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) yang meraup dana IPO terbesar sepanjang sejarah BEI, mencapai Rp21,9 triliun.

"Akan banyak pelaku industri-industri baru atau yang sudah ada sekarang masuk bursa dalam beberapa tahun ke depan," paparnya.

Di sisi lain, perkembangan jumlah investor di pasar modal sangat signifikan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan jumlah investor hingga akhir Juli sudah mencapai 50 persen menjadi 5,28 juta SID. Menariknya, peningkatan jumlah investor itu didominasi milenial dan generasi z dengan jumlah mencapai 58,39 persen.

Dari sisi penggalangan dana, OJK mencatat jumlah penghimpunan dana hingga 3 Agustus 2021 mencapai Rp117,94 triliun dari 92 penawaran umum. Jumlah itu termasuk aksi IPO, rights issue, dan penerbitan surat utang sepanjang tahun berjalan 2021.

Di antara penghimpunan dana itu terdapat sejumlah aksi korporasi yang melibatkan entitas usaha konglomerasi. Contohnya, IPO PT Archi Indonesia Tbk. yang merupakan entitas grup Rajawali Corpora, PT Bank Multiartha Sentosa Tbk. yang terafiliasi dengan Grup Wings, IPO Bukalapak dengan Grup Emtek, dan PT Cemindo Gemilang Tbk. yang terafiliasi dengan Grup Wilmar.

Di luar aksi IPO, korporasi yang terkait dengan konglomerasi juga cukup aktif melakukan rights issue atau aksi merger dan akuisisi. Berdasarkan data BEI, saat ini ada 83 penawaran umum dengan nilai Rp52,56 triliun dalam pipeline.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper