Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BCA Bukukan Laba Rp14,5 Triliun, Analis Beri Rekomendasi Buy Saham BBCA

Dengan kenaikan kinerja tersebut, analis dari PT Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardy mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BBCA pada target harga Rp37.500 atau tidak berubah (22% potensi kenaikan).
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 26 Juli 2021  |  21:36 WIB
Gedung Bank BCA - Ilustrasi/Bisnis
Gedung Bank BCA - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan kinerja positif pada semester 1/2021 berhasil membukukan laba sebesar Rp14,5 triliun, tumbuh 18,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi pendapatan, BBCA mencatatkan pertumbuhan bunga bersih sebesar 3,8% secara year on year (yoy). Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp38,5 triliun atau naik 2,4% dari tahun lalu.

Dengan kenaikan kinerja tersebut, analis dari PT Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardy mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BBCA pada target harga Rp37.500 atau tidak berubah (22% potensi kenaikan).

“Kami mempertahankan peringkat buy untuk BBCA pada TP tidak berubah 37.500, menyiratkan 4,6/4,3x dan 1,40/1,43 persen dari PBV dan imbal hasil dividen 21F/22F, masing-masing,” jelasnya dalam paparan resmi yang diterima Bisnis pada Senin (23/7/2021). 

Selain kemampuannya untuk meningkatkan PPOP dan laba bersih pada semester I/2021 secara signifikan masing-masing sebesar 13,4% dan 18,1% (yoy)- di tengah restrukturisasi kredit yang masih berlangsung, Robertus berpendapat bahwa likuiditas BBCA yang masih cukup besar mencapai 62,4% LDR dengan hanya 1,1% cost of fund - dapat disalurkan lebih jauh ke dalam pinjaman dan obligasi dengan imbal hasil yang lebih tinggi.

"Kami juga berpandangan bahwa rasio CASA yang unggul dibandingkan emiten lain sejenis, yang mencapai 77,9% pada 1H21, berpotensi menurunkan liabilitas bunganya dibandingkan dengan bank-bank BUKU IV lainnya," jelasnya

Jika melihat dari hasil paparan kinerja BCA, mencatatkan pertumbuhan bunga bersih sebesar 3,8% (yoy). Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp38,5 triliun atau naik 2,4% dari tahun lalu, dari total kredit BCA stabil di angka Rp593,6 triliun pada Juni 202.

Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), dana murah (CASA) naik 21,0% (yoy) menjadi Rp697,1 triliun dan deposito berjangka meningkat 6,8% (yoy) mencapai Rp198,2 triliun. Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga tumbuh 17,5% dari periode yang sama tahun lalu menjadi Rp895,2 triliun, sehingga mendorong total aset naik 15,8% (yoy) menjadi Rp1.129,5 triliun pada akhir Juni 2021.

Adapun, pada tahun ini, BCA meluncurkan aplikasi seluler Blu by BCA Digital (anak perusahaan yang sebelumnya bernama Bank Royal) dan meluncurkan aplikasi seluler MyBCA sebagai langkah awal menuju aplikasi supernya yang direncanakan dapat mendigitalkan merchant-nya. Oleh karena itu, Robertus berpandangan bahwa pendapatan non-bunga BBCA berpotensi tumbuh lebih tinggi di masa mendatang.

Selain itu, BBCA juga tercatat memiliki tingkat kepatuhan ESG yang cukup solid. Robertus menyebut, sebanyak 23% dari portofolio pinjaman BCA, yang mencapai Rp136,2 triliun (+19,1% yoy), telah disalurkan ke sektor-sektor yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan sosial.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bca perbankan rekomendasi saham bbca
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top