Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Barito Pacific (BRPT) Terbitkan Obligasi Rp750 Miliar, Ini Kupon Finalnya

Masa penawaran umum obligasi BRPT berlangsung 2-5 Juli 2021, dan akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2021.
Wisma Barito Pacific, kantor pusat PT Barito Pacific Tbk./barito-pacific.com
Wisma Barito Pacific, kantor pusat PT Barito Pacific Tbk./barito-pacific.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Barito Pacific Tbk. bersiap menerbitkan obligasi berkelanjutan sebesar senilai Rp750 miliar. Setelah melakukan bookbuilding Juni lalu, emiten milik Prajogo Pangestu itu akhirnya menetapkan kupon final surat utang tersebut.

Berdasarkan pengumuman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), emiten bersandi BRPT tersebut telah mendaftarkan Obligasi Berkelanjutan II Barito Pacific dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp1,50 triliun.

“Dalam rangka penawaran umum berkelanjutan tersebut, perseroan akan menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan II Barito Pacific Tahap I Tahun 2021 dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp750 miliar,” demikian tulis informasi tersebut, dikutip Bisnis, Jumat (2/7/2021)

Penerbitan tahap I akan dibagi menjadi dua seri yakni seri A dengan jumlah pokok Rp561,10 miliar, tenor 3 tahun, dan bunga 8,80 persen p.a; serta seri B dengan jumlah pokok Rp188,90 miliar, tenor 5 tahun, dan bunga 9,50 persen p.a.

Adapun jadwal penawaran umum obligasi berkelanjutan tersebut memiliki tanggal efektif per 30 Juni 2021, masa penawaran umum 2—5 Juli 2021, dan akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2021.

Tahun ini, BRPT akan fokus untuk mempertahankan kinerja operasional serta disiplin dalam pengelolaan manajemen finansial. Perseroan berharap kondisi perekonomian akan terus membaik melanjutkan perbaikan yang telah terjadi sejak akhir tahun lalu dan kuartal pertama tahun ini.

Pada laporan keuangan perseroan kuartal I/2021, BRPT berhasil membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$45,27 juta. Sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya perseroan justru mencatatkan rugi US$2,08 juta. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper