Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Raup Kredit Rp150 Miliar dari Bank Jago, Radana Finance Target Salurkan Rp1,5 Triliun

Penambahan fasilitas dari Bank Jago tersebut akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan pendanaan Radana Finance sampai dengan akhir 2021.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 11 Juni 2021  |  06:42 WIB
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pembiayaan antara PT Radana Bhaskara Finance Tbk. (HDFA) dan Bank Jago senilai Rp150 Miliar - Istimewa
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pembiayaan antara PT Radana Bhaskara Finance Tbk. (HDFA) dan Bank Jago senilai Rp150 Miliar - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan PT Radana Bhaskara Finance Tbk. (HDFA) mendapatkan tambahan fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp150 miliar dari Bank Jago. Perseroan targetkan pembiayaan hingga Rp1,5 triliun tahun ini.

Pada Mei 2021, perusahaan yang bernaung di bawah bendera Rubicon (Archipelago Capital Partner) dan TMT (Tiara Marga Trakindo) Group tersebut baru saja mendapatkan fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp50 miliar dan fasilitas forex sebesar US$5 juta dari Bank Permata.

Direktur Keuangan Radana Finance Rizalsyah Riezky menjelaskan hal ini membuktikan bahwa Radana Finance semakin dipercaya oleh rekan-rekan perbankan dalam melakukan transformasi bisnisnya.

“Penambahan fasilitas dari Bank Jago tersebut akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan pendanaan Radana Finance sampai dengan akhir 2021.” ungkapnya dalam keterangan pers, Jumat (11/6/2021).

Hingga akhir Mei 2021, Radana Finance telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp425 miliar seperti diungkap Milokevin Wendiady selaku Direktur Bisnis Radana Finance.

Radana Finance memiliki dua produk utama untuk memenuhi kebutuhan sektor UKM, yakni Pembiayaan Anjak Piutang dan Asset-Based Financing.

Emiten berkode HDFA ini melayani pembiayaan anjak piutang dalam bentuk pembelian piutang usaha untuk kebutuhan modal kerja. Dengan produk ini konsumen dapat mencairkan invoice/tagihan yang dimiliki dengan lebih cepat tanpa perlu menunggu jatuh tempo invoice/tagihan sehingga dapat membantu mengakselerasi pertumbuhan usaha debitur.

Selain itu, perseroan juga melayani Asset-Based Financing yang merupakan pembiayaan dengan jaminan asset untuk pembelian alat berat/truk baru atau bekas, maupun refinancing. Pembiayaan ini ditujukan untuk kebutuhan modal kerja/investasi dan memiliki beberapa tipe fasilitas, yakni: sewa balik, sewa guna usaha, dan pembayaran angsuran.

Radana Finance menargetkan untuk terus memperkuat organisasi agar menjadi pemimpin pasar di sektor pembiayaan UKM. Hingga akhir tahun 2021, pembiayaan baru ditargetkan mencapai Rp1,5 triliun.

“Kami optimis akan mencapai target tersebut dengan terus melakukan inovasi terhadap produk dan proses bisnis. Selain itu, kami juga terus melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait," kata Milokevin.

Radana berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan sektor UKM mendapatkan akses keuangan yang lebih baik. Hal ini juga selaras dengan visi perseroan untuk menjadi mitra keuangan andal dan pilihan utama nasabah UKM di Indonesia.

Hingga kuartal I/2021, bisnis baru Radana Finance terus berkembang pesat. Tercatat, Radana Finance membukukan laba bersih sebesar Rp7,2 miliar atau melejit 154 persen dari posisi yang sama tahun sebelumnya (year on year).

“Radana Finance akan terus berusaha untuk mempertahankan kinerjanya sehingga dapat terus dipercaya oleh pihak perbankan sebagai sumber pendanaan sehingga kami terus dapat menjadi mitra andal dan sahabat terpercaya bagi pelaku usaha yang membutuhkan solusi keuangan,” ungkap Rizal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyaluran kredit kredit modal kerja bank jago
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top