Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Morgan Stanley Pergi, Bursa Yakin Tidak Berdampak Signifikan ke Pasar Modal Indonesia

Kepergian Morgan Stanley diyakini hanya akan memiliki dampak kecil, terutama terhadap transaksi Bursa Efek Indonesia secara keseluruhan.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 28 Mei 2021  |  18:15 WIB
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Hengkangnya PT Morgan Stanley Sekuritas Indonesia dari pasar modal nasional diyakini tidak memberikan dampak signifikan.

Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia Laksono W. Widodo mengatakan bahwa kepergian Morgan Stanley diyakini hanya akan memiliki dampak kecil, terutama terhadap transaksi Bursa Efek Indonesia secara keseluruhan.

“Karena order flow akan dijalankan atau tetap disalurkan oleh Anggota Bursa lainnya yang memiliki kerjasama dengan Morgan Stanley,” ujar Laksono kepada media, Jumat (28/5/2021).

Untuk diketahui, kepergian Morgan Stanley itu menambah daftar panjang perusahaan keuangan asing yang menghentikan bisnis broker di Indonesia seperti Merril Lynch, Deutsche, dan Nomura.

Laksono menilai hengkangnya sejumlah broker asing itu seiring dengan makin menurunnya pembobotan pasar modal Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, dalam indeks internasional seperti indeks yang diterbitkan Morgan Stanley Capital International atau MSCI.

Pembobotan saham Asia Tenggara terdesak saham-saham China yang masih dianggap sebagai negara berkembang, belum lagi ditambah dengan aksi initial public offering (IPO) jumbo seperti Saudi Aramco.

“Pembobotan Asean semakin kecil sehingga transaksi dari investor luar juga mengalami penurunan sehingga mungkin dianggap tidak atau kurang memenuhi skala ekonomis bagi beberapa Anggota Bursa asing,” papar Laksono.

Untuk diketahui, PT Morgan Stanley Sekuritas Indonesia mengungkapkan bahwa perusahaan sekuritas yang mulai beroperasi pada 2012 lalu di Indonesia kini memutuskan untuk menghentikan kegiatan perantara pedagang efek atau bisnis brokernya di Indonesia.

Berdasarkan pernyataan resmi Morgan Stanley Sekuritas Indonesia kepada Bisnis pada Jumat (28/5/2021), walaupun menghentikan kegiatan perantara pedagang efek di Indonesia, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut menyatakan akan tetap memberikan akses ke pasar saham Indonesia kepada klien-klien globalnya.

Akses tersebut akan diberikan melalui kerjasama dengan mitra-mitra broker Tanah Air yang berkelayakan. Selanjutnya dalam keterangan resmi tersebut dinyatakan bahwa perusahaan akan menyediakan Riset Morgan Stanley dari Singapura.

“Kami akan tetap memberikan akses ke pasar ekuitas Indonesia kepada klien-klien global kami melalui kerjasama dengan mitra-mitra broker lokal yang berkelayakan,” tulis pernyataan resmi Morgan Stanley Sekuritas Indonesia kepada Bisnis, dikutip Jumat (28/5/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia morgan stanley
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top