Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wall Street Melemah Tertekan Prospek Inflasi

Pada penutupan perdagangan Selasa (25/5/2021), Dow Jones koreksi 0,24 persen ke 34.312,46, S&P 500 Index koreksi 0,21 persen menjadi 4.188,13, dan Nasdaq turun 0,03 persen menuju 13.657,18.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 26 Mei 2021  |  05:41 WIB
Wall Street. - Bloomberg
Wall Street. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar saham Amerika Serikat melemah seiring dengan kekhawatiran data inflasi di tengah sentimen dovish Federal Reserve.

Pada penutupan perdagangan Selasa (25/5/2021), Dow Jones koreksi 0,24 persen ke 34.312,46, S&P 500 Index koreksi 0,21 persen menjadi 4.188,13, dan Nasdaq turun 0,03 persen menuju 13.657,18.

Saham melemah karena sinyal inflasi dari laporan ekonomi terbaru membayangi jaminan dovish dari beberapa pejabat Federal Reserve. Treasury naik.

S&P 500 berfluktuasi di sebagian besar sesi perdagangan setelah indeks penjualan rumah baru AS turun lebih dari perkiraan karena harga yang lebih tinggi menahan permintaan.

Angka terpisah menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen merosot untuk pertama kalinya tahun ini, dengan kekhawatiran inflasi dan meningkatnya pengangguran kemungkinan membatasi perbaikan sentimen.

Sementara itu, Wakil Ketua Fed Richard Clarida mengatakan tekanan harga akan "terbukti sebagian besar bersifat sementara."

Pernyataannya menggemakan pernyataan Presiden Fed Chicago Charles Evans, Wakil Ketua Pengawas Randal Quarles bank sentral dan tiga pejabat Fed lainnya yang minggu ini mengecilkan risiko bahwa inflasi yang lebih tinggi akan bertahan.

Namun, investor masih khawatir tentang berapa lama bank sentral dapat mempertahankan kebijakan moneter stimulatif jika data ekonomi terus menunjukkan tekanan harga.

“Data tetap 'volatil', dan itu harus diharapkan karena kita menghadapi keluarnya pandemi dan ketidakpastian yang mengelilinginya,” kata Dennis DeBusschere, kepala strategi portofolio di Evercore ISI.

Berikut beberapa sorotan perusahaan:

Amazon.com Inc. digugat oleh Jaksa Agung Washington, D.C., yang menuduhnya terlibat dalam praktik anti persaingan yang telah menaikkan harga bagi konsumen.

Moderna Inc. melakukan reli karena vaksin Covid-19-nya ditemukan sangat efektif pada remaja berusia 12 hingga 17 tahun dalam sebuah penelitian besar, membuka jalan bagi pengajuan peraturan di seluruh dunia pada awal Juni.

Berikut beberapa pergerakan utama di pasar lainnya:

Saham
Indeks MSCI World naik 0,2%

Mata Uang
Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0,1%
Euro naik 0,2% menjadi $ 1,2246
Pound Inggris sedikit berubah pada $ 1,4144
Yen Jepang tidak berubah pada 108,75 per dolar

Obligasi
Hasil pada obligasi 10-tahun turun lima basis poin menjadi 1,56%
Imbal hasil 10 tahun Jerman turun tiga basis poin menjadi -0,17%
Imbal hasil 10 tahun Inggris turun dua basis poin menjadi 0,79%

Komoditas
Minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,3% menjadi $ 66 per barel
Emas berjangka naik 0,9% menjadi $ 1,903 per ounce


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street bursa global

Sumber : Bloomberg

Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top