Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenaikan Inflasi AS, Dolar Stabil Sepekan Terakhir

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang saingannya, sedikit berubah hari ini di 90,741. Euro naik tipis 0,05% menjadi US$1,2076. Greenback turun 0,26 persen menjadi 109,48 yen Jepang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Mei 2021  |  08:59 WIB
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Dolar bertahan stabil di dekat tertinggi seminggu pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan harga-harga produsen lebih tinggi pada April, bukti lebih lanjut bahwa inflasi meningkat di Amerika Serikat.

Indeks harga produsen (IHP) naik 0,6% pada April setelah melonjak 1,0 persen pada Maret. Dalam 12 bulan hingga April, IHP melonjak 6,2%. Itu adalah kenaikan tahun ke tahun terbesar sejak seri tersebut diubah pada 2010 dan mengikuti lonjakan 4,2% pada Maret.

Laporan pada Kamis (13/5/2021) mengikuti data pada Rabu (12/5/2021) yang menunjukkan harga-harga konsumen meningkat paling tinggi dalam hampir 12 tahun pada April.

“Laporan IHP AS April yang lebih panas dari perkiraan tidak memiliki dampak kenaikan besar IHK pada Rabu (12/5/2021) terhadap pasar,” kata Ronald Simpson, direktur pelaksana, analisis mata uang global di Action Economics dalam sebuah laporan.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang saingannya, sedikit berubah hari ini di 90,741. Euro naik tipis 0,05% menjadi US$1,2076. Greenback turun 0,26 persen menjadi 109,48 yen Jepang.

Gubernur Federal Reserve Christopher Waller pada Kamis (13/5/2021) mengatakan dia memperkirakan inflasi akan melebihi target Fed 2,0% untuk dua tahun ke depan, tetapi mengatakan Fed tidak akan menaikkan suku bunga sampai melihat inflasi di atas target untuk waktu yang lama, atau inflasi yang terlalu tinggi.

"Membuat orang-orang keluar dari kesulitan ekonomi dan mendapatkan pekerjaan telah menjadi masalah penting dalam menjaga pemulihan AS di jalurnya," kata Presiden Fed Richmond Thomas Barkin.

Wakil Ketua Federal Reserve AS Richard Clarida mengatakan pada Rabu (12/5/2021) bahwa pertumbuhan pekerjaan yang lemah dan inflasi yang kuat pada April tidak mengubah rencana bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter yang longgar.

Sementara itu lonjakan inflasi cukup besar sehingga pembalikan penuh dalam beberapa bulan mendatang tampaknya tidak mungkin terjadi, data satu bulan tidak mungkin mendorong perubahan langsung dalam posisi Fed, tulis Alan Ruskin, ahli strategi makro di Deutsche Bank.

Dolar Australia, dilihat sebagai proksi untuk selera risiko, naik 0,02% menjadi US$0,7726, setelah penurunan harian terbesar sejak Maret sehari sebelumnya.

Bitcoin turun lagi sehari setelah anjlok 17% ketika bos Tesla Elon Musk mengatakan perusahaannya akan berhenti menerima mata uang digital sebagai pembayaran untuk mobilnya. Bitcoin terakhir turun 1,47% pada US$48.632.

Bitcoin masih lebih tinggi daripada sebelum Tesla mengatakan pada 8 Februari bahwa dia telah menginvestasikan sekitar US$1,5 miliar dalam bitcoin dan akan menerimanya untuk pembayaran dalam waktu dekat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurs dolar as amerika serikat

Sumber : Antara

Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top