Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Febriany Eddy, Bukti Kesetaraan Gender di Industri Tambang Indonesia

Penerapan prinsip kesetaraan dan keberagaman gender memiliki dampak signifikan terhadap kinerja pada institusi perusahaan di Indonesia
Paulus Tandi Bone
Paulus Tandi Bone - Bisnis.com 29 April 2021  |  11:44 WIB
Chief Executive Officer (CEO) PT Vale Indonesia Tbk. Febriany Eddy (tengah)  bersama karyawan Vale Indonesia di lokasi tambang perseroan Blok Sorowako, Sulawesi Selatan.
Chief Executive Officer (CEO) PT Vale Indonesia Tbk. Febriany Eddy (tengah) bersama karyawan Vale Indonesia di lokasi tambang perseroan Blok Sorowako, Sulawesi Selatan.

Bisnis.com, MAKASSAR - Penerapan prinsip kesetaraan gender dalam lingkungan kerja, bisa menjadi sebuah katalisator dalam memacu kinerja perusahaan serta menciptakan inovasi yang lebih beragam.

Dalam konteks yang lebih tinggi, kesetaraan dan keberagaman gender atau Gender Diversity pada dunia industri, teramat dilekatkan dengan manifestasi komitmen tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG’s).

Pada sebuah hasil kajian yang dirilis International Labour Organization (ILO) pada 2020 lalu, mengungkapkan bahwa penerapan prinsip kesetaraan dan keberagaman gender memiliki dampak signifikan terhadap kinerja pada institusi perusahaan di Indonesia. 

Dalam laporan organisasi buruh internasional yang berada dalam naungan Persatuan Bangsa Bangsa (United Nation/UN) itu, menyebut bahwa 77% dari 416 perusahaan di Tanah Air melaporkan hasil bisnis yang lebih baik setelah mengimplementasikan praktik kesetaraan gender secara konsisten.

Selain itu, 66% dari perusahaan Indonesia yang disurvei ILO mengungkap bahwa keberagaman gender mampu meningkatkan keuntungan, produktivitas, kreatifitas, inovasi serta keterbukaan.

Secara eksplisit, hasil kajian dari ILO tersebut juga menjadi sebuah representasi bahwa praktik kesetaraan gender pada dunia kerja di Indonesia dalam berbagai sektor semakin aktif, termasuk pada industri ekstraktif yang cenderung sensitif terhadap isu gender.

Terdapat beberapa perusahaan yang bergerak pada industri ekstraktif menerapkan pendekatan sensitif gender secara mendasar, mulai dari pelaksanaan operasional hingga perancangan kebijakan strategis perusahaan.

Foto: dok. PT Vale Indonesia Tbk

Salah satunya seperti dipraktikkan oleh PT Vale Indonesia Tbk. yang memberikan ruang setara berbasis gender pada tata kelola operasional perusahaan tambang multinasional tersebut. 

Ini tercermin dari keberagaman gender pada penempatan SDM perusahaan yang proporsional serta akomodatif terhadap tenaga kerja perempuan untuk mengisi berbagai posisi teknis sebagai manifestasi prinsip kesetaraan.

Praktik yang dilakukan Vale itu sejalan dengan upaya pemerintah terkait kebijakan pengarusutamaan gender pada berbagai bidang ekonomi dan pembangunan terutama pada sektor yang sangat diidentikkan dengan maskulinitas.

Menteri Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam sebuah pernyataan menyebut, salah satu parameter kesetaraan dan keberagaman gender adalah bagaimana memastikan posisi laki-laki dan perempuan sebagai instrumen alat pembangunan yang sama pentingnya. 

Untuk aspek yang lebih inklusif, kebijakan pengarusutamaan gender yang digaungkan pemerintah diproyeksikan bisa mengangkat proporsi perempuan dalam dunia kerja agar praktik kesetaraan gender lebih aktif di Indonesia.

Mengutip Survei Angkatan Kerja Nasional 2020, proporsi tenaga kerja perempuan mencapai 39,47% dari jumlah keseluruhan tenaga kerja di Tanah Air. Kemudian jika diurai spesifik untuk industri ekstraktif yakni pertambangan, proporsi perempuan jauh lebih kecil yakni hanya 8,14% dari jumlah tenaga kerja di sektor tersebut.

Angka statistik itu memang menjadi titik perhatian dalam praktik keberagaman gender dalam industri ekstraktif, utamanya pertambangan yang keberagaman gendernya di bawah 10%.

Namun sebenarnya, sejumlah perusahaan tambang di Tanah Air telah berupaya meningkatkan proporsi keberagaman gender dalam operasionalnya.

Khusus di Vale Indonesia, perusahaan tambang berbasis operasi di Blok Sorowako-Luwu Timur, Sulawesi Selatan ini, dalam dekade terakhir banyak melakukan transformasi dengan mengubah praktik bisnis konvensional ke arah sustainable business.

Sebagai informasi, beberapa acuan dalam praktik bisnis berkelanjutan ini adalah peduli pada lingkungan, hak-hak pekerja, kelangsungan hidup masyarakat dan pemberdayaan perempuan (kesetaraan dan keberagaman gender).

Merujuk pada praktik keberlanjutan Vale Indonesia tahun pelaporan 2020, perusahaan mencatat sebanyak 257 karyawan perempuan yang menempati berbagai posisi, mulai level non-staf hingga pada level top management.

Jika dibandingkan beberapa tahun ke belakang, kuantitas karyawan perempuan di Vale Indonesia mencatatkan peningkatan dengan skala moderat. Pada 2018 lalu tercatat sebanyak 243 karyawan perempuan, lalu naik menjadi 246 karyawan di 2019 dan bergerak lagi menjadi 257 karyawan perempuan per 2020.

Praktik kesetaraan gender mulai sangat kentara dilakukan Vale Indonesia pada medio 2013 silam, di mana perusahaan mengangkat Febriany Eddy masuk dalam jajaran direksi, dan pada akhirnya ditetapkan sebagai Chief Executive Officer (CEO) perempuan pertama di PT Vale Indonesia Tbk. melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan semi virtual pada Kamis (29/4/2021).

Untuk cakupan kesetaraan gender nasional, keberadaan Febriany Eddy dalam jajaran pempimpin perusahaan tambang skala multinasional itu tentu saja menjadi sebuah tonggak monumental pemberdayaan perempuan dalam industri ekstraktif Indonesia.

Dari sisi kapasitas, Febriany Eddy memang memiliki sederet pengalaman dengan kinerja teruji sehingga menjadi representasi kapasitas gender dalam tata kelola perusahaan pertambangan.

Dia juga memiliki komitmen memperjuangkan kemajuan dan kemandirian perempuan. Hal tersebut sejalan dengan ikrar Vale Indonesia untuk menjadi perusahaan yang menghargai keanekaragaman, inklusifitas serta juga memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

"Kesetaraan gender menjadi bagian penting dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Kesetaraan ini perlu dilakukan untuk membuka sebanyak mungkin peluang, mengeluarkan potensi-potensi terbaik dari tiap individu dan menumbuhkan generasi penerus yang punya perspektif kesetaraan," katanya dalam sebuah kesempatan.

Pada sisi lain, praktik kesetaraan gender dan keberlanjutan yang diterapkan Vale Indonesia, memiliki dampak terhadap kinerja perusahaan, bahkan dalam masa pandemi sekalipun.

Ini terlihat dari kinerja Vale Indonesia yang berhasil mencetak pertumbuhan laba sepanjang 2020, kendati pos pendapatan mengalami koreksi sebagai konsekuensi pandemi.

Vale Indonesia mencetak pendapatan sebesar US$764,74 juta pada 2020 meski ada koreksi tipis 1,82% dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar US$782,01 juta.

Perusahaan juga berhasil menekan beban pokok pendapatan 2020 menjadi sebesar US$640,4 juta atau turun 4% dibandingkan dengan beban pokok pendapatan 2019 sebesar US$664,3 juta.

Sehingga perusahaan berhasil mencetak pertumbuhan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 44,2% menjadi US$82,81 juta dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar US$57,4 juta.

Terlepas dari segala raihan keberlanjutan dan praktik kesetaraan yang dijalankan Vale Indonesia tersebut, keterpilihan Febriany Eddy sebagai CEO menjadi sebuah tonggak kesetaraan gender dalam industri estraktif Tanah Air. Bahwasanya posisi perempuan terbukti mampu memainkan kontrol signifikan dalam posisi puncak pada industri pertambangan di Indonesia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertambangan pt vale indonesia tbk Kesetaraan gender
Editor : Amri Nur Rahmat

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top