Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sari Roti (ROTI) Anggarkan Capex Rp153,5 Miliar, Sudah Terserap 40 Persen

Direktur Nippon Indosari Arlina Sofia mengatakan capex sudah terserap sekitar 40 persen senilai Rp61,4 miliar dari anggaran yang ditetapkan tahun ini senilai Rp153,5 miliar.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 28 April 2021  |  17:38 WIB
Presiden Direktur dan CEO PT Nippon Indosari Corpindo Tbk Wendy Yap (tengah) berbincang bersama Direktur Independen Alex Chin (kiri) dan Direktur Indrayana, di sela RUPST, di Jakarta, Selasa (16/5). - Antara
Presiden Direktur dan CEO PT Nippon Indosari Corpindo Tbk Wendy Yap (tengah) berbincang bersama Direktur Independen Alex Chin (kiri) dan Direktur Indrayana, di sela RUPST, di Jakarta, Selasa (16/5). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten konsumer PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. atau Sari Roti telah menyerap belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp61,4 miliar hingga akhir kuartal I/2021.

Direktur Nippon Indosari Arlina Sofia mengatakan capex sudah terserap sekitar 40 persen senilai Rp61,4 miliar dari anggaran yang ditetapkan tahun ini senilai Rp153,5 miliar.

“Keseluruhannya dipergunakan untuk penambahan kapasitas produksi serta pengembangan jaringan distribusi perseroan,” kata Arlina dalam keterangan resmi, Rabu (28/4/2021).

Emiten dengan kode saham ROTI ini menargetkan pabrik Sari Roti di Pekanbaru dapat beroperasi mulai akhir 2021.

Arlina menyebut pabrik di Pekanbaru, Riau, akan menjadi penutup dari rangkaian penambahan kapasitas produksi yang telah dimulai perseroan sejak 2017. Dengan demikian, perseroan bakal mengoperasikan 15 pabrik yang tersebar di Indonesia.

Arlina menyebut pabrik di Banjarmasin yang merupakan pabrik kedua milik perseroan di Pulau Kalimantan sudah beroperasi komersial sejak Februari 2021. Pabrik Banjarmasin ini menjadi pabrik ke-14 yang dioperasikan oleh produsen Sari Roti ini.

“Walaupun dinamika pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan utama, manajemen berkeyakinan bahwa potensi bisnis roti produksi masal di Indonesia masih sangat kuat, didukung oleh laju urbanisasi, peningkatan taraf penghasilan dan pendidikan masyarakat serta gaya hidup milenial yang akan kembali berlanjut seiring dengan optimisme kenormalan baru serta berjalannya program vaksinasi nasional,” ujar Arlina Sofia.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2021, emiten dengan kode saham ROTI membukukan pendapatan senilai Rp787 miliar atau turun 13,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp912,87 miliar.

Koreksi pendapatan pun menggerus laba bersih perseroan sebesar 27,15 persen menjadi Rp56,70 miliar dari sebelumnya Rp77,84 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten nippon indosari corpindo sari roti
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top