Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meski Lesu, Keputusan BI Pertahankan Suku Bunga Topang IHSG

Pada akhir perdagangan hari ini hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dinilai mampu memberikan dorongan bagi IHSG untuk finis di level yang lebih baik dibandingkan sepanjang sesi perdagangan.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 20 April 2021  |  15:25 WIB
Karyawan memantau pergerakan harga saham di Kantor Mandiri Sekuritas,  Jakarta, Rabu (15/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan memantau pergerakan harga saham di Kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Rabu (15/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali finis di zona merah untuk kedua kalinya dalam perdagangan pekan ini. Namun, keputusan Bank Indonesia membuat laju indeks membaik pada akhir perdagangan.

Sepanjang perdagangan Selasa (20/4/2021), indeks komposit terpantau terus bergerak di zona merah setelah dibuka melemah di level 6029,99. Bahkan indeks sempat kembali ke menyentuh level terendahnya hari ini di bawah 6.000 yakni 5997,94.

Kendati demikian, jelang akhir perdagangan indeks merangkak naik sehingga akhirnya parkir di level 6033,32 dengan koreksi 0,23 persen dari posisi penutupan kemarin.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, hanya 225 yang menghijau, sedangkan 259 memerah dan 162 lainnya menguning alias atgnan.

Kapitalisasi pasar di akhir perdagangan ada di level Rp7172,62 triliun dan jumlah transaksi tercatat sebanyak Rp8,47 triliun. Investor asing kembali mencetak aksi jual bersih (net sell) senilai Rp108,51 miliar di seluruh pasar.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan sejumlah sentimen menjadi penekan indeks komposit hari ini, baik dari global maupun domestik.

Dari global, Nafan menilai pasar tengah berhati-hati seiring dengan munculnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Rusia, serta ketegangan antara Rusia dan Ukraina. Di sisi lain kenaikan kasus Covid-19 secara global juga ikut memicu kekhawatiran pasar.

“Minimnya data makro ekonomi global yang memberikan high positive impact terhadap pasar,” kata Nafan, Selasa (20/4/2021)

Sementara dari domestik, Nafan menyebut pasar masih menanti perkembangan rencana reshuffle kabinet yang dikabarkan akan terjadi pekan ini.

Adapun, di akhir perdagangan hari ini hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dinilai mampu memberikan dorongan bagi IHSG untuk finis di level yang lebih baik dibandingkan sepanjang sesi perdagangan.

“Terjadi penguatan IHSG meski masih ditutup di zona negatif. Meski BI memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi, yang terpenting BI tetap mempertahankan suku bunga di level yang sama. Ini diapresiasi pasar,” tutur Nafan.

Seperti diketahui, pada pemaparan hasil RDG hari ini, Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi sebesar 4,1 hingga 5,1 persen pada 2021.

Pemangkasan proyeksi ini merupakan yang kedua kalinya di tahun 2021. Sebelumnya, Bi memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh positif pada kisaran 4,8 hingga 5,8 persen. Kemudian, BI kembali merevisi proyeksi tersebut menjadi 4,3 hingga 5,3 persen.

BI juga memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility tetap 4,25 persen.

“Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global meski prakiraan inflasi yang tetap rendah,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Selasa (20/4/2021)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bank indonesia Suku Bunga
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top