Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dapat Kunjungan Menristek, Sat Nusapersada (PTSN) Komitmen Produksi HP 5G hingga Laptop

Direktur Operasi Sat Nusapersada Bidin Yusuf mengatakan sebagai perusahaan manufaktur berteknologi tinggi, PTSN telah memproduksi berbagai produk unggulan seperti smartphone berteknologi 5G, perangkat smart home, dan Internet of Things.
Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brojonegoro saat berada di PT Sat Nusapersada Tbk., Batam pada Sabtu (3/4/2021)-Bisnis/Bobi Bani.rn
Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brojonegoro saat berada di PT Sat Nusapersada Tbk., Batam pada Sabtu (3/4/2021)-Bisnis/Bobi Bani.rn

Bisnis.com, BATAM - Di tengah pandemi, PT Sat Nusapersada Tbk. (PTSN) tetap berkomitmen memproduksi sejumlah produk teknologi seperti smartphone 5G, alat pembayaran digital, dan laptop.

Direktur Operasi Sat Nusapersada Bidin Yusuf mengatakan sebagai perusahaan manufaktur berteknologi tinggi, PTSN telah memproduksi berbagai produk unggulan seperti smartphone berteknologi 5G, perangkat smart home, dan Internet of Things.

Perusahaan siap untuk menjadi basis produksi untuk menghasilkan berbagai produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya pada masa pandemi ini seperti produk laptop.

Bersama PT Tata Sarana Mandiri (TSM), PTSN juga membuat alat pembayaran digital dengan TKDN lebih dari 40 persen yang dapat dimanfaatkan oleh pelakuk usaha dan UMKM.

"Dengan memanfaatkan platform digital para UMKM tersebut akan memiliki kesempatan yang sama dengan pelaku usaha lain untuk menjual produknya dan dapat menekan biaya operasional," papar Bidin dalam kunjungan Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brojonegoro ke Sat Nusapersada, Batam, Sabtu (3/4/2021).

Rombongan Kementerian Riset dan Teknologi ini tiba di Batam sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung mendatangi industri lokal yang terletak di Kampung Pelita, Kecamatan Lubuk Baja ini.

Di sana, Bambang meninjau langsung aktivitas industri di perusahaan yang bergerak di bidang teknologi tersebut didampingi CEO Sat Nusapersada, Abidin Hasibuan.

Seusai meninjau dan melakukan pertemuan dengan manajemen perusahaan, Bambang menjelaskan pihaknya ingin melihat langsung dan memastikan PT Sat Nusapersada siap menjalani pengembangan tekbologi dan riset di Indonesia bersama Kementerian Riset dan Teknologi.

"Kami melihat langsung, memastikan apakah PT Sat Nusapersada siap untuk menyediakan tekbologi yang bisa siap untuk kebutuhan nasional. Kami melihat mereka (PT Sat Nusapersada) sangat siap dengan sistem yang ada sekarang," kata Bambang seusai pertemuan dengan manajemen PTSN.

Bambang melanjutkan, fokus Kemenristek adalah mendukung pengembangan ekonomi digital khususnya di tengah pandemi Covid-19, dimana pemerintah melakukan percepatan trasnformasi digital sebagai upaya untuk membantu pemulihan ekonomi melaiui penerapan teknologi berkesinambungan.

Dukungan indutri, dinilai masih sangat perlu, khususnya industri dalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dalam menjalankan usaha, pendidikan, dan kegiatan sosial lainnya.

Dukungan riset inovasi dan pengembangan sebagai bentuk tindak lanjut untuk menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat tersebut, diharapkan pada akhirnya menuju kesejahteraan masyarakat Indonesia dan penerapan teknologi 4.0. Pentingnya Indonesia terlibat dalam pengembangan teknologi terkini menjadi suatu keharusan untuk menjadi bagian dalam mewujudkan ketahanan nasional.

Riset dan pengembangan teknologi menjadi langkah penting dalam rangka membangun industri nasional dalam rangka pemenuhan kebutuhan domestik dan menjaga kedaulatan ekonomi nasional.

Lebih jauh, Bambang menjelaskan pandemi Covid-19 mendorong kebutuhan akan digitalisasi menjadi hal pokok dalam kehidupan masyarakat, utamanya di dunia pendidikan, pembelajaran memerlukan laptop yang selama ini bergantung pada produksi luar negeri.

Dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, UMKM yang telah mencapai 62 jutaan merupakan elemen penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tersebut, dan baru sekitar 13 persen yang memanfaatkan platform digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Bobbi Bani
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper