Bisnis.com, JAKARTA — Jelang Hari Raya Lebaran Idulfitri 2025, dua petinggi emiten konglomerasi PT Astra International Tbk. (ASII) yakni Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro dan Suparno Djasmin mundur dari jabatannya di ASII.
Berdasarkan keterbukaan informasi, pada 25 Maret 2025, ASII telah menerima surat pengunduran diri Bambang Brodjonegoro dari jabatannya selaku Komisaris Independen Astra sehubungan dengan penunjukan Bambang sebagai Dean of The Asian Development Bank Institute (ADBI).
Kemudian, Astra juga menerima surat pengunduran diri Suparno Djasmin dari jabatannya selaku Direktur sehubungan dengan memasuki masa pensiun.
Adapun, Bambang diangkat pertama kali sebagai Komisaris Independen Astra berdasarkan keputusan rspat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) per 17 Juni 2021.
Sebelumnya, Bambang telah menjabat serangkaian posisi penting di pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Republik Indonesia (2011-2013) dan Menteri Keuangan Republik Indonesia (2014-2016).
Bambang juga menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (2016-2019) dan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (2019-2021).
Baca Juga
Selain mundur dari jabatan Komisaris Independen Astra, Bambang telah terlebih dahulu mengundurkan diri dari posisinya sebagai Komisaris Independen di PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) dengan alasan yang sama.
Sementara Suparno Djasmin telah lama duduk di jajaran direksi Astra. Ia diangkat pertama kali sebagai Direktur Astra berdasarkan keputusan RUPS Tahunan per 29 April 2014.
Saat ini, Suparno pun menjabat di sejumlah posisi, seperti Presiden Komisaris PT Astra Sedaya Finance, PT Asuransi Astra Buana, PT Asuransi Jiwa Astra dan PT Federal International Finance. Suparno juga menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris PT Toyota Astra Financial Services, Komisaris PT Astra Honda Motor, Presiden Direktur PT Sedaya Multi Investama dan Ketua Dewan Pengawas Dana Pensiun Astra.
Astra berencana menggelar RUPS Tahunan pada Mei 2025 nanti. Di antara agenda RUPS Tahunan itu adalah tebaran dividen. Astra sendiri telah membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp34,05 triliun sepanjang 2024. Astra kemudian akan mengusulkan dividen final tahun buku 2024 sebesar Rp308 per saham.