Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukan Bitcoin, Ini Komoditas yang Harganya Meroket Paling Tinggi Sepanjang 2021

Harga iridium telah meroket 131 persen sejak awal Januari tahun ini.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 28 Maret 2021  |  13:31 WIB
Ilustrasi representasi bitcoin - Bloomberg
Ilustrasi representasi bitcoin - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga iridium menjadi komoditas dengan performa harga terbaik hingga akhir Maret 2021 setelah melesat lebih dari 100 persen.

Dilansir dari Bloomberg, Minggu (28/3/2021), harga logam yang merupakan produk sampingan platina dan palladium ini berada di level US$6.000 per ounce, atau tiga kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan logam mulia lainnya, emas.

Adapun menurut perusahaan pemurni logam Heraeus Group, harga iridium telah meroket 131 persen sejak awal Januari tahun ini. Kenaikan ini jauh berada di atas harga komoditas kripto, Bitcoin, yang harganya naik 85 persen pada periode yang sama.

“Kenaikan harga iridium disebabkan oleh gangguan pasokan sepanjang tahun lalu dan meningkatnya permintaan logam ini untuk pembuatan layar-layar elektronik,” jelas manajemen Heraeus Group dikutip dari Bloomberg, Minggu (28/3/2021).

Salah satu daya tarik iridium adalah investasi yang terbatas pada produksi platina, yang mayoritas digunakan pada industri otomotif untuk mengurangi emisi. Sedangkan, investor mempertimbangkan potensi kenaikan permintaan platina dari teknologi hidrogen baru terhadap pergeseran ke pasar kendaraan listrik.

Dengan pangsa pasar yang jauh lebih kecil dibandingkan logam mulia lainnya, terhambatnya produksi akan menimbulkan dampak besar pada pergerakan harga. Hal ini juga didukung oleh mayoritas permintaan iridium yang didominasi sektor industri.

Selain itu, komoditas yang digunakan pada pembuatan busi kendaraan ini juga tidak diperdagangkan di bursa manapun atau melalui exchange traded funds (ETF). Pembelian oleh investor ritel dibatasi dalam beberapa batang logam atau disebut ingots dari sejumlah pedagang, sementara investor besar membeli langsung dari produsen logam ini.

Portfolio Manager di Valent Asset Management Jay Tatum mengatakan, waktu antara pesanan dan pengiriman iridium (lead time) di sisi pasokan terlalu lama untuk menambah pasokan logam ini secara tepat waktu.

“Satu-satunya solusi jangka pendek adalah harga yang tinggi akan membuat para investor menjual kepemilikannya,” kata Tatum.

Di sisi lain, reli harga iridium juga berdampak pada kenaikan harga logam kelompok platina. Harga palladium saat ini berada 9 persen dibawah rekor harga tertinggi sepanjang sejarah, sementara harga rhodium mencapai rekor tertinggi pada US$29.800 per ounce pada pekan ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logam bitcoin lindung nilai
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top