Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apa Sih Keunggulan ETF Dibanding Reksa Dana Biasa? Ini Kata Indo Premier IM

Direktur Indo Premier Investment Management (IPIM) Suwito Haryatno menuturkan, keunggulan yang bisa didapat dengan berinvestasi pada ETF atau Reksa Dana Bursa salah satunya investor tidak perlu terpaku pada penentuan Nilai Aktiva Bersih (NAB) di akhir hari.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  07:21 WIB
Direktur Penilai Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna (kanan) menerima cendera mata dari dan Direktur Indo Premier Investment Management Noviono Darmosusilo setelah peluncuran meluncurkan produk reksa dana exchange trade fund (ETF) berbasis indeks MSCI Indonesia Large Cap, Rabu (4 - 3 / 2020). Dhiany Nadya.
Direktur Penilai Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna (kanan) menerima cendera mata dari dan Direktur Indo Premier Investment Management Noviono Darmosusilo setelah peluncuran meluncurkan produk reksa dana exchange trade fund (ETF) berbasis indeks MSCI Indonesia Large Cap, Rabu (4 - 3 / 2020). Dhiany Nadya.

Bisnis.com, JAKARTA — Reksa dana berbentuk exchange traded fund (ETF) dinilai memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan reksa dana saham biasa. Apa saja kelebihan tersebut?

Direktur Indo Premier Investment Management (IPIM) Suwito Haryatno menuturkan, keunggulan yang bisa didapat dengan berinvestasi pada ETF atau Reksa Dana Bursa salah satunya investor tidak perlu terpaku pada penentuan Nilai Aktiva Bersih (NAB) di akhir hari.

Pasalnya, karena ikut tercatat di Bursa Efek Indonesia, maka perdagangan ETF dapat dilakukan selama jam perdagangan di BEI menggunakan indikatif NAB. Ini juga membuat reksa dana ETF jauh lebih likuid dibanding reksa dana biasa.

Kemudian, untuk reksa dana ETF Saham, diversifikasi dapat dilakukan secara seketika karena ETF tersebut terdiri dari portofolio saham unggulan sehingga mampu mengurangi gejolak volatilitas dan risiko investasi pada satuan saham.

“Ini sangat bermanfaat bagi para investor saham, di mana instrumen investasi seperti saham secara natural memiliki volatilitas cukup tinggi, apalagi mengingat kondisi pasar terkini,” katanya, Kamis (25/3/2021)

Dalam kesempatan yang sama, Direktur IPIM Noviono Darmosusilo menambahkan instrumen investasi ETF saat ini memang semakin digemari para investor, baik investor ritel maupun institusi.

Dia menyebut keunggulan ETF berupa transparansi penuh, fleksibilitas tinggi, continuous pricing atau perhitungan harga indikatif NAB setiap saat selama jam bursa, serta kecepatan eksekusi melalui penerapan teknologi yang mutakhir.

“Ini dikarenakan kemudahan transaksi yang ditawarkan produk ini dengan berbagai kelebihan diantaranya real time, likuid, transparan, dan efisien. Sehingga memungkinkan investor untuk memiliki kendali penuh pada tiap kondisi pasar,” ungkapnya.

Sementara itu, IPIM sendiri baru saja meluncurkan produk exchange traded fund (ETF) yakni Reksa Dana Indeks Premier ETF FTSE Indonesia ESG. Ini merupakan produk ETF ke 14 yang diterbitkan oleh anak Indo Premier Sekuritas tersebut.

Produk ETF baru yang bekerjasama dengan provider indeks FTSE Russell tersebut dicatatkan dengan kode perdagangan XIFE pada Kamis (25/3/2021). XIFE menjadi ETF pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun ini dan menjadi yang ke-48 secara keseluruhan.

Noviono mengatakan di tengah kondisi pasar yang sangat dinamis seperti saat ini, ETF dapat dijadikan alternatif instrumen investasi yang tepat oleh investor karena mampu memberikan hasil pasar yang konsisten dengan dinamika resiliensi pasar.

“Kami terus menggali ide-ide produk baru yang memberikan kemudahan bagi investor. Tidak hanya mudah dalam pelaksanaan eksekusinya namun juga memberikan kemudahan bagi investor dalam penyusunan portofolio mereka menggunakan ETF yang kami sediakan,” tutur dia.

Suwito menambahkan, melalui ETF XIFE ini, hanya dengan satu klik atau satu order, investor dapat memiliki portofolio 32 saham unggulan berfundamental baik dan mempertimbangkan aspek ESG. Kinerjanya pun mampu melebihi kinerja imbal hasil indeks LQ45 dan IHSG sejak tanggal dasar indeks 22 Juni 2015.

“Dengan demikian, investor dapat meningkatkan atau menurunkan porsi saham bertema faktor ESG ini dengan cepat secara mudah sesuai dengan strategi investasi yang investor ingin terapkan, baik berupa tactical asset allocation maupun buy and hold strategy,” ujar dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana investasi reksa dana etf
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top