Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wall Street Memerah, Sektor Teknologi Seret Indeks Nasdaq

Indeks Nasdaq Composite anjlok 2,01 persen, tertekan saham-saham seperti Zoom Video Communications Inc., Peloton Interactive Inc., dan DocuSign Inc.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  05:04 WIB
Aktivitas masyarakat terlihat di salah satu sudut pusat keuangan dunia, Wall Street di New York, Amerika Serikat - Bisnis/Stefanus Arief Setiaji
Aktivitas masyarakat terlihat di salah satu sudut pusat keuangan dunia, Wall Street di New York, Amerika Serikat - Bisnis/Stefanus Arief Setiaji

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Rabu (24/3/2021) karena investor beralih dari saham yang berkembang pesat selama pandemi.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah tipis 0,01 persen, sedangkan indeks S&P 500 melemah 0,55 persen. Di sisi lain, indeks Nasdaq Composite anjlok 2,01 persen.

Saham Zoom Video Communications Inc., Peloton Interactive Inc., dan DocuSign Inc. menjadi penekan indeks Nasdaq. Produsen energi, bank, dan perusahaan transportasi bernasib lebih baik karena para pedagang membeli saham sektor konsumer non-primer.

Sementara itu, permintaan meningkat pada lelang obligasi Treasury AS tenor lima tahun, sehingga meningkatkan rasio bid-to-cover dari penjualan sebelumnya.

Kenaikan ini memberi angin segar setelah lelang obligasi tujuh tahun bulan lalu memicu aksi jual global. Investor juga mempertaruhkan sektor pasar saham mana yang siap mencatat kinerja terbaik seiring dengan meningkatnya laju pertumbuhan.

"Selama ekspektasi di bidang ekonomi terus dicapai, perdagangan saham siklis masih akan berjalan lancar," kata kepala strategi investasi Nuveen Brian Nick, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, bursa saham Eropa menguat, sedangkan bursa Asia mencatat penurunan terbesar dalam hampir tiga minggu terakhir. Bursa Hong Kong anjlok 10 persen menyusul keputusan untuk menghentikan sementara vaksin BioNTech SE.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street dow jones nasdaq
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top