Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masih Dibayangi Hantu Yield Obligasi AS, Ini Prediksi Rupiah Hari Ini

Rupiah kemungkinan masih bergerak cukup fluktuatif pada pembukaan perdagangan Selasa (23/3/2021) setelah ditutup stagnan pada perdagangan sebelumnya.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 23 Maret 2021  |  07:45 WIB
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah masih akan dibayangi sentimen tren kenaikan imbal hasil obligasi AS dan diprediksi masih berfluktuatif.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa rupiah kemungkinan masih bergerak cukup fluktuatif pada pembukaan perdagangan Selasa (23/3/2021) setelah ditutup stagnan pada perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup di posisi Rp14.407 per dolar AS pada perdagangan Senin (22/3/2021). Posisi itu tidak berubah dibandingkan dengan penutupan pekan lalu. 

“Nilai tukar rupiah kemungkinan akan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat di rentang Rp14.390 - Rp14.430 per dolar AS, “ ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa (23/3/2021).

Ibrahim menjelaskan bahwa kenaikan imbal hasil atau yield obligasi AS terus membuat dolar AS bergerak menguat.

Lelang US Treasury dengan tenor dua, lima, dan tujuh tahun di akhir pekan ini juga berada dalam radar investor.

Bank-bank besar AS juga harus melanjutkan memegang lapisan tambahan modal penyerap kerugian terhadap Kementerian Keuangan AS dan deposito bank sentral mulai April dan seterusnya setelah Federal Reserve AS mengatakan bahwa mereka tidak akan memperpanjang jeda sementara peraturan Covid-19 karena akan berakhir pada Maret 2021.

Pelaku pasar juga memantau KTT Inovasi BIS pada pekan ini, di mana Powell berada dalam daftar pembicara bersama kepala bank sentral lainnya termasuk Christine Lagarde dari Bank Sentral Eropa dan Andrew Bailey dari Bank Sentral Inggris.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah nilai tukar rupiah
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top