Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Marhaban Ya Ramadan, Bisakah GIAA dan BIRD Cuan Saat Lebaran?

Tanpa adanya larangan mudik, periode Ramadan dan Lebaran dapat meningkatkan kinerja emiten transportasi.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 23 Maret 2021  |  14:56 WIB
Pengemudi mengisi daya taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Pengemudi mengisi daya taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Dua emiten transportasi diprediksi akan kembali bergairah pada periode Ramadan menjelang mudik Lebaran 2020 pada Mei 2021. Tanpa larangan mudik dari pemerintah, periode ini bisa meningkatkan kinerja sektor transportasi.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengungkapkan tidak adanya larangan mudik oleh pemerintah dapat menjadi sentimen positif bagi emiten transportasi terutama emiten sektor penerbangan, karena jalur udara mulai dibuka kembali.

"Sentimen positif untuk emiten-emiten transportasi, terutama penerbangan ya, karena mulai membuka jalur penerbangan lagi. Dengan demikian, kami rekomendasikan buy untuk saham-saham penerbangan seperti PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. [GIAA]," katanya kepada Bisnis, Selasa (23/3/2021).

Adapun, sentimen tidak adanya larangan mudik terangnya, akan memberikan dampak positif terhadap kinerja PT Blue Bird Tbk. (BIRD). Pasalnya, aktivitas masyarakat di luar rumah akan semakin tinggi dan peran angkutan umum seperti taksi menjadi signifikan karena masih adanya kekhawatiran Covid-19.

"GIAA untuk sentimen penerbangan dan BIRD untuk sentimen tidak adanya larangan mudik. Saya menargetkan buy dengan target price untuk GIAA 434 dan BIRD 1500--1700," paparnya.

Sementara itu, emiten transportasi darat seperti PT Eka Sari Lorena Tbk. (LRNA) dan PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk. (WEHA) masih belum direkomendasikan. Pasalnya, masih ada masalah pada likuiditas sahamnya.

"LRNA dan WEHA saya khawatir masalah likuiditas saja, ini 2 saham gorengan soalnya. Hari ini saja mendadak ARB, jadi saya pilih yang lebih aman," katanya.

Di sisi lain, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyebut pihaknya belum memiliki proyeksi peningkatan jumlah penumpang pada masa angkutan Lebaran kali ini.

Pihaknya, saat ini tengah berfokus mempersiapkan operasi dan armadanya. "Kami akan tentu saja mempersiapkan diri baik dari sisi pesawat jadwal maupun service level untuk mengantisipasi adanya lonjakan," imbuhnya.

Adapun, Head of Investor Relations Blue Bird Michael Tane belum dapat berkomentar mengenai prospek peningkatan penumpang selama periode Ramadan dan Lebaran 2021 ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia Blue Bird emiten transportasi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top