Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jasa Marga (JSMR) Optimistis Laba Tumbuh pada 2020, Ini Resepnya!

Walaupun pendapatan turun, manajemen Jasa Marga mengharapkan laba bersih dapat tetap tumbuh. Pasalnya, perseroan telah melakukan sejumlah efisiensi dan pemangkasan biaya.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  14:51 WIB
Salah satu interchange di ruas jalan tol Manado-Bitung, Sulawesi Utara. Jalan tol ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Selasa (29/9/2020) secara virtual. -  Jasa Marga
Salah satu interchange di ruas jalan tol Manado-Bitung, Sulawesi Utara. Jalan tol ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Selasa (29/9/2020) secara virtual. - Jasa Marga

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten operator jalan tol, PT Jasa Marga Tbk. (JSMR) optimistis laba bersih atau bottom line sepanjang 2020 masih tetap tumbuh, walaupun pendapatannya tergerus pandemi Covid-19.

Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal mengungkapkan pengumuman mengenai pendapatan masih menunggu hasil audit keuangan, sehingga pihaknya masih menanti angka pastinya. Namun, dia memastikan kuartal IV/2020 akan mendapatkan hasil lebih dari dari tiga kuartal sebelumnya.

"Kami telah melakukan efisiensi sepanjang 2020 dan kami masih mengharapkan hasil positif pada bottom line, itu yang terbaik yang bisa dilakukan, karena dampak negatif Covid-19 cukup besar," katanya dalam diskusi MNC Group Investor Forum 2021, Rabu (3/3/2021).

Emiten bersandi JSMR ini masih mengharapkan hasil positif setelah terdampak pandemi Covid-19. Pendapatan JSMR jelasnya, turun berkisar Rp2 triliun atau turun berkisar 15 persen.

Selain itu, JSMR pada tahun yang sama tetap melakukan ekspansi dengan penambahan pinjaman untuk pengerjaan konsesi tol yang ditugaskan pemerintah. Pinjaman dan Covid-19 ini, jelasnya, tentu akan berdampak buruk terhadap kinerja.

Selama pandemi Covid-19 pun, JSMR melakukan beberapa adaptasi dalam pekerjaan termasuk melakukan pembersihan dan penyemprotan desinfektan secara rutin. JSMR juga memberlakukan kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Donny menyebut, walaupun pendapatan turun, dia mengharapkan bottomline atau laba bersih dapat tetap tumbuh pada 2020. Pasalnya, perseroan telah melakukan sejumlah efisiensi dan pemangkasan biaya.

Pada 2019, pendapatan Jasa Marga mencapai Rp10,98 triliun, jika diperkirakan turun hingga Rp2 triliun, pendapatan JSMR sebelum diaudit dapat berkisar Rp9 triliun.

Optimisme bottom line yang tetap tumbuh tersebut berdasarkan berbagai upaya mitigasi yang dilakukan JSMR untuk menghadapi Covid-19 yang terdiri atas antisipasi internal dan eksternal.

Pada antisipasi internal, emiten tol tertua ini fokus melakukan efisiensi pada pengeluaran operasi dan pengeluaran umum seperti perjalanan bisnis, pelatihan, rapat, dan lain-lain.

Selain itu, Jasa Marga juga memfokuskan belanja modal pada keselamatan pengguna saja, serta melakukan penyesuaian waktu pengerjaan proyek dengan kondisi terkini.

Dari sisi eksternal, upaya JSMR fokus pada mempertahankan likuiditas. Mempertahankan likuiditas ini melalui mendapatkan fasilitas pinjaman dari sejumlah perbankan, menerbitkan obligasi dalam negeri melalui penawaran umum berkelanjutan, serta menerbitkan surat berharga komersil atau commercial paper sebuah instrumen pembiayaan yang diberikan Bank Indonesia.

Di sisi lain, Donny menegaskan JSMR juga menurunkan biaya utang dengan mengambil keuntungan dari penurunan suku bunga dan melakukan negosiasi dengan perbankan untuk mendapatkan suku bunga yang lebih rendah.

Perseroan juga mendistribusikan pembayaran utama pada proyek yang dikerjakan berdasarkan kapabilitas arus kasnya.

"Kami berupaya mempertahankan likuiditas, karena tidak ada masalah dalam fundamental perusahaan, pendapatan kami turun akibat kebijakan pemerintah yang membatasi pergerakan masyarakat. Setelah ada relaksasi, pendapatan kami pun otomatis melonjak mendekati kondisi normal," paparnya.

Dia menyebut JSMR masih cukup beruntung jika dibandingkan dengan industri transportasi lain seperti perkeretaapian dan penerbangan yang masih berjuang untuk dapat kembali tumbuh.

"Dengan demikian, kami tetap mempertahankan kesanggupan untuk membiayai seluruh liabilitas, itulah mengapa kami berupaya mempertahankan likuiditas dengan mendapatkan fasilitas pembiayaan baru yang lebih dapat diatur risikonya dibandingkan dengan industri lainnya," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN laba bersih jasa marga Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top