Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setahun Covid-19 di Indonesia dan Drama Dua Babak Harga Emas

Harga emas menyentuh rekor teringgi pada 6 Agustus 2020 di kisaran US$2.000 per troy ounce. Progres vaksinasi di berbagai negara membuat harga emas terus tertekan.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 02 Maret 2021  |  17:11 WIB
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Dalam setahun terakhir, harga emas mengalami pergerakan ekstrim ; mencapai puncak US2.000 per troy ounce dan kemudian limbung ke level US1.700. - Bloomberg
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Dalam setahun terakhir, harga emas mengalami pergerakan ekstrim ; mencapai puncak US2.000 per troy ounce dan kemudian limbung ke level US1.700. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA –  Harga emas mencatat pergerakan antiklimaks dalam setahun terakhir. Sempat menyentuh rekor karena terdorong ketidakpastian akibat pandemi ; harga emas dipukul mundur setelah vaksinasi Covid-19 dimulai di banyak negara.

Di Indonesia, pandemi virus corona (Covid-19) dimulai pada 2 Maret 2020 saat kasus pertama infeksi diungkap ke publik. Hingga kemarin, jumlah kasus infeksi Covid-19 telah mencapai 1,34 juta orang. 

Di Maret 2020, harga emas masih bertengger di US$1.584 per troy ounce dan bergerak naik ke level US$1.700-an per troy ounce hingga Juli 2020. Harga emas di Pegadaian juga masih terpantau Rp705.000 per gram dan tidak pernah menyentuh level Rp800.000 per gram.

Lonjakan harga emas dimulai pada awal Agustus 2020. Drama babak pertama harga emas dimulai. Sebagai logam mulia yang dikenal dengan aset aman atau safe haven, emas makin dicari di saat situasi tidak pasti.

Sekonyong-konyong harga emas melonjak ke level US$2.000 per troy ounce setelah European Central Bank memutuskan untuk memberikan stimulus untuk merespons dampak pandemi. Harga emas tertinggi tercatat pada awal Agustus 2020 lalu, berhasil menembus harga US$2.063,54 per troy ounce. 

Di dalam negeri, pada Kamis (6/8/2020) harga emas Antam ukuran 1 granaik  posisi Rp1.054.000.  Di Pegadaian, harga jual emas Antam ukuran 1 gram bahkan dibanderol Rp1.077.000.

Kilau harga emas membuat investasi emas bagai jamur di musim hujan.Baik investasi dalam bentuk fisik maupun digital, emas makin diminati selain instrumen saham dan obligasi ritel.

Namun, pendar harga emas mulai redup di akhir 2020. Progres penemuan vaksin membuat prospek pemulihan ekonomi kian pasti. Sejak mencetak rekor tertinggi, emas tidak pernah lagi nongkrong di level US$2.000 per troy ounce.

Harga emas makin babak belur setelah satu per satu produsen vaksin merilis hasil uji klinis, mulai dari Sinovac hingga Moderna. Di Indonesia, vaksinasi dimulai pada 13 Januari 2021 setelah otoritas memberikan izin penggunaan darurat vaksin buatan China tersebut.

Drama babak kedua pun dimulai pada akhir Februari 2021. Prospek pemulihan ekonomi yang menguat sejak pelantikan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat mengerek imbal hasil obligasi AS hingga ke level 1,45 persen, tertinggi dalam setahun terakhir.

Hingga hari ini pukul 17.00 WIB, harga emas spot terpantau di level US$1.724 per troy ounce, anjlok 16,43 persen dari posisi tertinggi pada Agustus 2020 lalu.

Melihat tren ini, analis Monex Investindo Futures Faisyal menyampaikan harga emas di pasar Spot dalam beberapa waktu ke depan masih berpeluang untuk turun. Dia mengungkapkan hal ini dikarenakan perekonomian Amerika Serikat saat ini mulai membaik.

Alasan lain menurut Faisyal yaitu progres paket stimulus senilai US$ 1,9 triliun yang diusulkan Presiden AS Joe Biden sebentar lagi disetujui Kongres AS karena tinggal menunggu persetujuan Senat. Vaksinasi di berbagai negara juga membuat prospek pemulihan ekonomi kian terang benderang.

“Jadi isu-isu tersebut jadi sentimen negatif [untuk harga emas],” ungkap Faisyal saat dihubungi Bisnis, Selasa (2/3/2021).

Analis Stonex Group, Rhona O’Connell juga menyebutkan hal serupa dikutip dari Harian Bisnis Indonesia pada Jumat (26/2/2021). Menurutnya ada tiga faktor utama yang menekan harga emas yakni kenaikan imbal hasil obligasi AS, outflow dari ETF emas serta penguatan yang terjadi pada mata uang dolar AS.

Saatnya Beli

Sementara itu analis dan juga Division Manager PT Royal Trust Futures Suluh Adil Wicaksono mengungkapkan kabar baik dari turunnya harga emas

“Kabar bagusnya adalah ketika harga saat ini turun tentunya banyak potensi untuk beli harga emas di level rendah,” tutur Suluh saat dihubungi Bisnis, Selasa (2/3/2021).

Walaupun memang mengalami penurunan harga dalam beberapa waktu ini, Suluh percaya harga emas secara jangka panjang akan mengalami pemuihan. Dia kemudian menyebutkan bahwa harga emas [Antam] tidak akan menyentuh harga dibawah Rp900.000 walau mengalami penurunan harga.

Oleh karena itu menurutnya ketika harga emas turun, adalah waktu yang tepat untuk menambah koleksi emas atau untuk membeli emas. Sulus menyampaikan untuk saat ini agar tidak menjual emas tetapi justru menambah volume beli.

Terkait hal ini Faisyal berpendapat, untuk jangka panjang saat ini emas masih layak koleksi. Namun dia juga mengingatkan untuk tidak membeli emas jika akan digunakan dalam waktu pendek.

Saat ini, harga emas batangan 24 karat PT Aneka Tambang Tbk. pada Selasa (2/3/2021) tercatat stagnan. Untuk ukuran 1 gram dijual senilai Rp923.000 per gram, sebelum kemarin sempat naik sebanyak Rp6.000 per gram.

Sementara itu, harga jual emas Antam 24 karat pada laman Pegadaian, Selasa (2/3/2021) tercatat Rp964.000 per gram. Kemudian untuk satuan emas terkecil yaitu 0,5 gram dijual seharga Rp535.000. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini Harga Emas Antam harga emas comex vaksinasi Virus Corona
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top