Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Summarecon (SMRA) Siap Rights Issue Lepas 3,6 Miliar Saham

SMRA akan melakukan menerbitkan 3,60 miliar saham baru dalam rangka PMHMETD II. Porsi itu setara dengan 25 persen dari modal disetor pada saat pengumuman RUPSLB.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 24 Februari 2021  |  10:35 WIB
Sebuah bus anterjemput melintas di tengara (landmark) kawasan Summarecon Bekasi. - summarecon.com
Sebuah bus anterjemput melintas di tengara (landmark) kawasan Summarecon Bekasi. - summarecon.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti PT Summarecon Agung Tbk. akan melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan menerbitkan 3,60 miliar saham baru.

Perseroan akan meminta restu dari pemegang saham untuk aksi korporasi itu lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 1 April 2021.

Berdasarkan keterbukaan informasi, emiten dengan kode saham SMRA akan melakukan menerbitkan 3,60 miliar saham baru dalam rangka PMHMETD II. Porsi itu setara dengan 25 persen dari modal disetor pada saat pengumuman RUPSLB.

“Saham-saham yang akan dikeluarkan oleh Perseroan tersebut adalah saham atas nama dengan nilai nominal Rp100 per saham,” tulis manajemen SMRA, dikutip Rabu (24/2/2021).

Adapun, saham baru yang ditawarkan dalam HMETD II memiliki hak yang sama dan sederajat dengan seluruh saham lama SMRA yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Kesamaan itu juga berlaku untuk hak atas dividen.

Saham HMETD rencananya akan diterbitkan dalam periode 12 bulan setelah RUPSLB memberikan persetujuan. SMRA akan menggunakan dana yang dihimpun dari rights issue untuk memperkuat struktur permodalan bisnis perseroan di bidang properti dan hospitality.

Dalam hal pemegang saham tidak melaksanakan rights, porsi kepemilikan saham atas SMRA nantinya akan terdilusi.

“Penambahan modal ini juga memberikan pengaruh kepada pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD-nya yang akan terkena dilusi atas persentasi kepemilikan saham dalam perseroan,” tulis SMRA.

Di lantai bursa, saham SMRA melemah 1,72 persen menjadi Rp855 per saham pada pukul 10.08 WIB, Rabu (24/2/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

right issue Aksi Korporasi summarecon agung
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top